11 September 2013

Voice Note Buat Tesis Seorang Teman



Setelah Tusiman menyelesaikan skripsinya yang sumbernya dari novel Memamah Jantungmu sekarang giliran sebuah tesis yang digarap sahabat saya yang kuliah di Solo yang juga membahas tentang novel perdana saya yang terbit dua tahun yang lalu. Memamah Jantungmu. Novel tentang sebuah penemuan vaksin HIV/AIDS yang menyebabkan banyaknya perebutan yang mengakibatkan banyak kematian.

Genre yang saya pilih memang tak semudah menemukan pasar novel cinta atau novel komedi. Tapi saya yakin setiap novel punya penggemarnya masing-masing. Hingga akhirnya novel tersebut sempat mendapatkan Borneo Award, Men of The Year untuk kategori fiksi. Saya tak pernah menyangka akan ada yang memberikan penghargaan untuk novel perdana saya. Waktu itu saya mulai yakin untuk mencetaknya ulang dan mengganti covernya karena status novel tersebut sudah berubah.

Cetakan ke-10 yang memang saya lakukan di Pontianak dengan bantuan sebuah percetakan lokal akhirnya edisi terakhirnya benar-benar habis dan menjadi kebanggaan tersendiri saat yang membeli novel tersebut adalah seorang dosen sastra di Solo sana. Ada yang menganggap novel itu istimewa. Seperti saya yang selama ini percaya bahwa novel itu memang berbeda dari banyak novel yang pernah saya tulis sebelumnya.

Ketika keputusan untuk menerbitkannya secara indie datang saya mempertaruhkan semua uang saya untuk mencetaknya dan menjualnya sendiri. Memonopoli pasar buku tersebut sendiri dan mengizinkan banyak orang untuk memesan kenang-kenangan dari saya saat membeli novel tersebut. Ada yang meminta tanda tangan, cap bibir, dan bahkan parfum yang saya gunakan. Mau tidak mau saya memenuhi semua permintaan tersebut dan membuat semua pembeli saya merasa puas karena mendapatkan ‘stempel’ khusus di halaman paling depan buku tersebut.

Rekaman suara yang saya buat ini adalah untuk data pendukung tesis teman saya yang akan segera menyelesaikan pendidikan S2-nya di Solo. Semoga tesisnya mendapatkan nilai terbaik dan membuatnya lulus dengan membanggakan.

Fight, Liza!

Travel Tips: Eyeliner Waterproof


Saat traveling make up yang waterproof tentunya menjadi senjata yang sangat ampuh untuk perempuan yang bepergian dan tidak ingin dandanannya berantakan saat di perjalanan. Apalagi kalau yang berantakan itu di bagian mata. Paling sering berantakan adalah eyeliner dan maskara. Itu sebabnya dibutuhkan maskara dan eyeliner yang tahan air.

Kita tak pernah tahu kapan hujan akan turun dengan derasnya melanda tempat yang kita datangi. Apalagi kalau kita tak tahu apakah kita akan menemukan tempat untuk berteduh atau tidak. Sehingga banyak sekali traveler perempuan yang menghindari untuk mengenakan make up yang bisa berantakan. Bahkan tak jarang traveler yang saya temukan tak berdandan sama sekali.

Untuk mendapatkan eyeliner yang tahan air atau waterproof sebenarnya bisa menggunakan maskara yang memang sudah waterproof. Cukup sapukan kuas eyeliner ke kuas maskara yang sudah ada maskaranya. Lalu oleskan ke kelopak mata yang ingin diberi eyeliner waterproof. Eyeliner yang dibuat dari maskara waterproof jauh lebih tahan lama dan tidak akan luntur saat terkena air hujan atau tidak akan memudar saat terkena keringat.

Jadi saat traveling kita juga bisa tetap berdandan, all out tapi tetap bisa menjaga tata rias kita tidak berantakan dalam segala cuaca.


Happy traveling!

Inilah Kapten Kapal Terbaik di Dunia Ini


Pernah ada yang bertanya pada kita, apakah kita bisa berenang atau tidak? Buat yang memang tak bisa berenang tentu akan menjawabnya sedikit lambat. Ada rasa malu terselip dalam jawaban itu. Bahkan tak jarang orang yang tak bisa berenang akan menjawab pertanyaan tersebut dengan gelengan kepala dan senyum tipis karena malu.

Saya sendiri mengalaminya. Berkali-kali saya menjawab pertanyaan tersebut dengan rasa minder. Rasanya memang sayang sekali tak bisa berenang. Sedangkan saya lahir di daerah pantai. Banyak yang bertanya juga: ‘bagaimana bisa seseorang yang lahir di daerah pantai tak bisa berenang?’. Apalagi untuk orang yang sudah tahu tentang Jawai. Menurutnya adalah hal yang mustahil orang yang lahir di jawai orang yang tak bisa berenang.

Harus saya tekankan berkali-kali bahwa orang yang lahir di Jawai tak semuanya bisa berenang. Saya dan beberapa saudara saya tak bisa berenang walaupun lahir dan besar di Jawai. Meskipun di setiap desa yang ada di Kecamatan Jawai ada pantainya bukan berarti saya memiliki keberanian untuk belajar berenang, apalagi saat saya pertama kali belajar berenang saya hampir tenggelam. Trauma yang mendalam membuat saya takut untuk mencoba berenang lagi. Apalagi saya suka membayangkan banyak mahluk ajaib di dalam air sana yang bisa memakan saya. Padahal saya tahu sendiri kalau buaya tak ada di laut apalagi pantai. Ah lupakan bagian itu.

Kemudian Matt, travel blogger dari Kanada menyadarkan saya bahwa tidak bisa berenang bukanlah hal yang buruk. Dia mengatakan saya akan menjadi kapten kapal pesiar terbaik dengan kekurangan saya tersebut. Sebab seorang kapten kapal yang tak bisa berenang akan berusaha sebaik mungkin mempertahankan kapalnya jangan sampai karam karena dirinya sendiri tak bisa berenang. Kapal karam adalah hal terakhir yang ingin ia temukan di dunia ini.

Saat itu saya berpikir bahwa apa yang Matt katakan benar. Untuk menjadi kapten kapal terbaik adalah dengan mempertahankan kapal jangan sampai karam di tengah lautan. Satu-satunya orang yang akan mati-matian melakukan itu adalah kapten kapal yang tak bisa berenang. Matt menambahkan juga bahwa saat naik sebuah kapal, tanyakan pada kaptennya dulu. Apakah dia bisa berenang atau tidak? Apabila dia menjawab tidak bisa berenang maka naikilah kapal tersebut karena dia adalah kapten terbaik untuk kapal tersebut.

Satu hal lagi yang menarik dikatakan Matt. Saya yang tak bisa berenang ini sebaiknya melamar posisi sebagai kapten kapal dengan mengatakan kekurangan saya tersebut saat melamar. Karena seorang kapten kapal yang tak bisa berenang adalah aset terbaik untuk mempertahankan kapal tetap di atas air.

Terlepas dari fakta yang ada di lapangan. Kata-kata Matt membuat saya memandang setiap kekurangan saya menjadi sebuah kelebihan. Bahwa tak ada satu kekurangan pun yang tak bisa dimanfaatkan dan dimodifikasi menjadi kelebihan. Bahkan kekurangan belum tentu sebuah kekurangan ketika kekurangan tersebut dibawa ke sebuah situasi yang membuatnya menjadi kelebihan.


Jadi, inilah kapten kapal terbaik di dunia ini: ‘saya dan orang yang tak bisa berenang lainnya!’.

Bagaimana Kalau Kehabisan Ide Menulis?


Siapa bilang seseorang yang bisa menulis setiap hari tak kehabisan ide? Bisa kehabisan kalau tidak segera diisi. Tapi bedanya seseorang yang  bisa mengisi kotak idenya setiap hari hingga penuh akan selalu terlihat seperti orang yang tak pernah kehabisan ide. Memang bisa dikatakan orang tersebut tak pernah kehabisan ide untuk menulis karena dia dengan segera mengisinya kembali. Jadi sebenarnya beda orang yang selalu kehabisan ide dengan orang yang tak pernah kehabisan ide sangat tipis.

Orang  yang sering kehabisan ide suka tidak mengisi kotak idenya yang sudah kosong dengan ide-ide yang baru. Ide-ide yang baru bisa kita dapatkan dari mana saja. Dari kotak draft yang hanya kita isi dengan judul. Dari instagram yang sering kita tambah dengan foto baru. Dari twitter yang selalu ada saja kicauan yang bisa kita tuliskan di sana. Kalau bisa aktif ngetwit atau ngegram, seharusnya tak ada kotak ide yang sempat kosong dari ide menulis yang baru.

But hey! Saya menemukan cara baru untuk mengisi kotak ide yang kosong tersebut dengan menuliskan cara untuk menemukan ide baru saat kita kehabisan ide untuk menulis. Sebuah ide yang kosong saja bisa menjadi ide menulis apalagi jika memang banyak hal yang bisa kita gunakan untuk mengisi kotak ide yang kosong tersebut.

Jangan katakan kamu kehabisan ide makanya tak bisa mengupdate blog. Karena sebenarnya tak ada seorang pun yang benar-benar bisa kehabisan ide di dunia ini. Banyak sekali hal yang ingin kita ceritakan pada orang lain. Termasuk bagaimana cara kita menemukan ide untuk menulis selanjutnya.

Tulisan ini idenya ketika saya sedang mengumpulkan judul demi judul yang tepat untuk menghasilkan postingan berikutnya karena hari ini saya baru memiliki 1 tulisan di blog. Itupun tulisan yang kemarin saya tulis dan saya atur supaya terbit dini hari tadi. Yup! Banyak tulisan terbit di blog ini saat saya sedang tertidur dengan nyenyaknya. Bermimpi dengan indahnya saat memeluk bantal dan terlelap. Jangan kira saya sanggup menghabiskan seharian di depan PC hanya untuk update blog.

Satu hal yang bisa menyita waktu di depan PC hanyalah saat saya belajar caranya mengedit template. Hingga hari ini saya masih belum bisa seperti designer template lain yang bisa membuat template dengan indahnya.

Cara paling mudah saat kita kehabisan ide adalah menceritakan tentang kehabisan ide tersebut dalam bentuk tulisan dan membuatnya menjadi sebuah ide baru yang bisa dibaca banyak orang.


Keep blogging, happy writing!

Another Travel Blogger: Konni And Matt, Traveler Abadi


Sabtu dan Minggu yang lalu saya memang mampir ke Singkawang dan bertemu dengan seorang travel blogger. Bahkan dijudul blognya ditulis sebagai traveler abadi. Perpetual Travellers. Menyenangkan rasanya bertemu dengan seorang traveler yang juga ngeblog dan mengabadikan Indonesia. Tidak hanya Indonesia sebenarnya, masih banyak negara lain lagi yang mereka abadikan.

Saya kebetulan di Singkawang hanya bertemu dengan Matt. Istrinya Konni tidak ikut bersamanya. Menariknya mereka berdua tidak muda lagi dan memutuskan untuk keliling dunia dan mengabadikan setiap perjalanan dalam bentuk foto dan tulisan. Fotonya sama menariknya dengan tulisannya. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang tempat yang mereka kunjungi bisa klik alamat blog mereka di http://www.konniandmatt.blogspot.com/.

Saya tersanjung ketika Matt mengatakan bahasa Inggris saya sangat baik. Padahal rasanya bahasa Inggris saya masih kacau di mana-mana. Saya hanya berani mencoba untuk menggunakan sedikit kemampuan berbahasa Inggris saya untuk berbicara dengan orang yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Matt punya dua anak dan tiga cucu. Berasal dari Canada dan menggunakan dua bahasa, Inggris dan Prancis. Pantas saja aksen bahasa Inggrisnya sedikit berbeda dari yang biasa saya dengar di film-film. Dari Matt saya belajar bahwa usia bukan halangan untuk menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan. Semuanya hanya masalah pilihan dan Matt sudah punya pilihan di dalam hidupnya.

Melihat perjalanan Matt yang terekam dalam blognya saya sadar bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Meskipun sudah tua mereka sudah mengeliling dunia ini. Memang tak setiap negara tapi setidaknya sudah banyak negara yang mereka kunjungi.


Suatu hari saya harus mendatangi negara-negara yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya dan meninggalkan jejak di sana.

Use Your Real Eyes


Mengabadikan tempat-tempat yang dikunjungi saat traveling memang sesuatu yang dilabeli dengan ‘a must’. Keharusan. Karena banyak yang mengatakan ‘no pic = hoax’. Tetapi kita juga harus ingat bahwa kita traveling untuk melihat langsung sebuah tempat yang sudah susah payah kita datangi. Harga yang kita bayar juga bukan harga yang murah. Waktu yang kita habiskan di sana bisa jadi akan sangat singkat. Barangkali kita cuma punya kesempatan satu kali berada di sana.

Menikmati semua tempat tersebut dengan mata langsung jauh lebih baik. Karena kita datang ke sana untuk memuaskan diri kita sendiri. Bukan untuk menyiapkan bukti kita sudah pernah ke sana. Bukti yang kita abadikan dalam bentuk foto hanya untuk meyakinkan manusia lain yang kita ingin mereka tahu kita datang ke sana. Tapi traveling bukan masalah membuktikan pada orang lain. Traveling itu untuk kita sendiri.

Lihat dengan mata kita sendiri. Jangan sampai kita menikmati momen traveling kita sepulangnya dari sana saat kita sudah ada di dalam kamar di rumah tempat tinggal kita. Menikmatinya hanya dari foto-foto yang sempat kita ambil. Rasakan udara tempat tersebut dengan paru-paru kita. Hirup dalam-dalam dan jangan biarkan kita lupa membaui aromanya.

Foto memang perlu untuk kenangan tapi kita tak butuh 1.000 foto untuk sebuah momen. Satu dua foto lalu nikmati dengan mata kita yang sebenarnya. Mata adalah sebaik-baik kamera di dunia ini. Mata akan merekam lebih banyak, lebih baik, dan lebih indah. Karena dunia tak selebar layar kamera yang kita gunakan. Dunia itu luas. Hanya mata kita yang bisa melihatnya. Mata, kamera buatan Tuhan Yang Maha Kuasa.


Just use your real eyes! You need it!

Honeylizious Last Template?


Mengubah template blog sebenarnya ada kekurangan dan kelebihannya. Tapi saya akan membahas itu nanti. Saya sedang memikirkan tentang template terakhir yang akan saya gunakan untuk blog ini dan tak akan pernah mengubahnya lagi. Karena sebuah template itu seperti foto pada kartu tanda pengenal. Kalau terlalu sering diubah akan membuat orang lain bingung dan bisa jadi lupa blog itu milik siapa.

Saya sedang berpikir untuk merancang sebuah design template yang benar-benar berbeda. Tetapi saya bingung caranya membuat sebuah template dari halaman kosong. Menggunakan template gratisan tentu risikonya adalah akan ada template blog orang yang akan serupa dengan kita. Ini juga merugikan. Walaupun hingga hari ini saya belum menemukan blog yang menggunakan template yang sekarang gunakan. Tapi kita tentu tak mau memiliki template kembaran dengan blog orang lain bukan?

Sejenak saya berpikir alangkah beruntungnya orang lain yang bisa membuat template sendiri atau punya suami/istri yang memahami cara mendesign sebuah template.

Jalan termudah sebenarnya adalah dengan membeli template sehingga template kita tidak akan ada yang menyamainya. Tapi saat melihat harga-harga template premium yang lucu-lucu yang saya taksir saya jadi mengkerut. Bagaimana tidak? Harga yang ditawarkan sudah menyentuh angka 1.5-2juta. Sayang sekali rasanya harus menghabiskan nominal jutaan untuk sebuah template.

Sepertinya saya harus banyak belajar lagi untuk membuat template yang benar-benar akan saya gunakan dan tidak akan saya ganti lagi. Kalau ada yang berniat untuk berpromosi dagangan templatenya dan membuatkan satu template premium secara gratis dengan imbalan boleh beriklan di blog ini rasanya saya tidak akan keberatan. Hehehehe...

Hati-Hati Modus Penipuan


Kalau dulu banyak penipuan yang berkedok berdagang online melalui facebook. Dagangannya ponsel atau netbook yang dilabeli dengan produk ‘BM’ atau black market yang membuat mereka bisa menjualnya dengan harga sangat miring. Tak pelak harga miring bisa membuat banyak orang terkecoh dan mau saja digiring untuk melakukan transfer sejumlah uang ke pedagang gadungan tersebut. Hingga sekarang pun masih banyak saja orang yang berkedok pedagang barang black market yang berkeliaran. Tidak hanya melalui facebook, mereka juga sudah mau membayar domain tertentu untuk memuluskan langkah penipuannya.

Dapat ditebak, orang yang melihat pedagang tersebut menggunakan domain berbayar merasa pedagang tersebut benar-benar berjualan. Sehingga mau masuk perangkap yang sudah dipasang sang pedagang. Barang-barang elektronik yang harganya bisa menembus harga 6-8 juta kadang berani mereka tawarkan dengan harga 1-2 juta saja. Kalau orang tak menggunakan pikiran yang jernih tentunya sangat tertarik untuk membeli barang yang ditawarkan penipu tersebut.

Tapi kalau kita gunakan logika, apakah ada orang yang mau mendapatkan keuntungan sedikit bahkan terkesan merugi menjual barangnya? Apabila seseorang memiliki barang yang bisa dijual dengan harga 6-8 juta untuk apa dia membanting harga barang tersebut sampai 1-2 juta saja? Katakanlah memang produk tersebut memang barang ilegal setidaknya 3-4juta orang masih mau membelinya. Tak perlu capek-capek menjualnya di internet. Jual saja pada orang yang dikenal di dekat tempat tinggal. Promosikan lewat SMS ke teman-teman, tentu jauh lebih mudah transaksinya bukan?

Lebih anehnya lagi masih ada yang tertipu dengan godaan boleh membayar uang muka 50% dari harga barang yang ingin dibeli. Dari banyak pedagang online, pernahkah menemukan pedagang online yang benar-benar berjualan berani mengirimkan barang hanya setelah menerima setengah dari uang yang dikirim pembeli? Saya saja jualan makanan khas Pontianak selalu meminta pembayaran penuh sebelum mengirim barang. Karena dengan melonggarkan aturan seperti itu membuka celah orang lain untuk menipu kita bukan? Kecuali memang sejak awal kita ingin menipu orang lain.

Nah modus-modus seperti itu sepertinya sudah terlalu banyak yang menggunakan dan sudah terlalu banyak yang tahu. Sekarang mereka mengubah strategi untuk meyakinkan pembelinya. Karena sekarang nomor resi pengiriman paket sudah bisa diperiksa secara online. Inilah yang dimanfaatkan oleh pedagang online penipu untuk mendapatkan keuntungan. Yaitu dengan mengirimkan barang terlebih dahulu, memberikan nomor resi barulah pembeli membayar total pembelian.

Apakah mereka memberikan nomor resi palsu? Tentu saja tidak. Nomor resi tersebut bisa kita periksa secara online dan paket tersebut benar-benar untuk kita. Tapi jangan harap isinya adalah smartphone yang kita dapatkan dengan harga sangat murah. Kadang yang dikirim adalah kotak sabun atau benda-benda yang kotaknya serupa dengan ukuran kotak barang yang kita beli. Mereka mengirimkan barang-barang yang ukurannya sama hanya untuk mendapatkan nomor resi ekspedisi yang bisa mereka gunakan untuk mengelabui kita.

Hati-hati juga dengan modus penipuan yang berkedok ingin membeli barang yang kita pasarkan secara online dan mengaku sudah transfer. Namun saat kita cek ternyata tidak ada uang yang masuk ke rekening kita. Lalu dengan percaya dirinya dia meminta kita untuk menyukseskan transferannya melalui ATM. Sebenarnya yang dia inginkan adalah menyedot uang kita di ATM hingga tak bersisa. Hati-hati terhadap bentuk penipuan yang sekarang semakin marak.


Masih banyak modus penipuan lain yang akan saya tuliskan. Tunggu saja postingan selanjutnya!

One Pic One Post


Waktu kopdar dengan blogger Pontianak yang lain saya mendapatkan satu ilmu baru. Ilmu baru bagi saya. Buat yang sudah lama ngeblog mungkin ini bukan hal baru lagi. Bahwa postingan yang tidak membosankan adalah yang ada gambarnya. Banyak sekali tulisan yang saya posting di blog ini tanpa gambar. Kadang karena tak menemukan gambar yang tepat tapi lebih sering saya saja yang malas menambahkan gambar di beberapa postingan yang saya pikir tidak begitu membutuhkan ilustrasi gambar.

Namun saat kopdar kemarin ada blogger yang malas membaca postingan yang tidak ada gambarnya. Saya sendiri sering mampir ke blog seseorang dan tetap membaca tulisan di sana meskipun postingannya tak ada gambar. Tapi memang tak semua orang sama seperti kita. Kita sendiri tak bisa menyamakan diri kita dengan orang lain begitu juga sebaliknya.

Jadi sekarang setidaknya saya akan memasukkan satu gambar di tiap postingan yang saya tulis, dulunya sih yang selalu ada gambarnya itu postingan makanan dan traveling. Sekarang postingan random juga tetap akan ada gambarnya minimal satu. Jadi jangan heran kalau gambarnya tidak ada kaitannya dengan tulisan yang saya posting.

Kamu sendiri bagaimana? Suka mencantumkan gambar di dalam tiap postingan?
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design