8 September 2013

Tulisan Ke-9


Satu tulisan ini akan menggenapkan 9 tulisan yang saya butuhkan untuk diposting di blog hari ini. Alhamdulillah walaupun puasa online selama 24 jam saya masih diberikan kemampuan untuk menuliskan tulisan sebanyak yang saya butuhkan hari ini. Bahkan ide-ide yang saya tuliskan itu sebelumnya berlompatan begitu saja meminta saya menangkapnya.

Masih banyak yang ingin saya ceritakan sebenarnya. Tapi kelelahan membuat saya tak bisa bertahan lebih lama lagi di depan PC ini. Kurang dari 1 jam mata saya sudah sangat berat untuk melihat monitor. Saya butuh tidur untuk mengembalikan stamina saya. Sebab besok pagi saya harus siaran seperti biasa di pukul 10-2  siang.

Saya akan menuliskan lebih banyak lagi tentang traveling dan kuliner untuk ke depannya sehingga blog ini bisa menjadi informasi yang bermanfaat untuk teman-teman yang suka traveling dan kuliner.
Selamat malam. Selamat tidur.

Menulis dalam Waktu Kurang dari 5 Menit, Bisa!

Setelah sebelumnya saya menyelesaikan tulisan ‘menulis dalamwaktu kurang dari 5 menit’ yang mungkin sedikit menipu. Sedikit menipu karena memang saya hanya menuliskan beberapa kata di sana. Bahkan judulnya sendiri jauh lebih panjang dibandingkan isi tulisannya sendiri.

Namun saya ingin mengatakan pada teman-teman di sini bahwa sebenarnya menulis 1 artikel dalam waktu kurang dari 5 menit bahkan termasuk menambahkan gambar di dalamnya juga bisa. Setidaknya menulis dalam jumlah 200-300 kata masih mungkin untuk dilakukan. Itu dengan catatan kita memang sudah memikirkan akan menuliskan apa sebelumnya.

Bahkan tulisan ini sendiri saya tulisankan dalam waktu kurang dari 5 menit. Apa pun bisa asal kita memang mau melakukannya. Cuma memang banyak yang belum terbiasa untuk menulis dalam waktu yang sangat singkat. Cobalah menulis dua halaman dengan font yang sama seperti saya. Dua spasi. Lalu posting ke blog. Berapa sebenarnya waktu yang benar-benar kita butuhkan. Bisakah dalam waku yang kurang dari 5 menit?

Tapi memang kita harus menggunakan keyboard yang sudah sering kita gunakan. Dan kita sudah menyimpan konsepnya dalam kepala. Jangan kelamaan mikir. Itu kadang yang membuat seseorang bisa menyelesaikan tulisan dalam waktu setidaknya 1-2 jam. Dengan jumlah halaman yang sama. Spasi yang sama bahkan kecepatan internet yang sama.

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama kita mau mencoba. Kita hanya terlalu banyak berpikir tentang hal-hal luar biasa yang bisa kita lakukan. Ketika kita sendiri melakukannya hal tersebut akan menjadi hal biasa buat kita. bukan sesuatu yang luar biasa lagi.

Yuk dicoba!

Room Sweet Room


Kembali lagi ke kamar sendiri yang masih berantakan setelah buru-buru ditinggal pergi ke Singkawang adalah hal yang sangat menyenangkan. Kamar saya jarang terasa gerah walaupun ventilasinya kurang bisa memasukkan udara baru ke kamar. Walau hanya bermodalkan sebuah kipas angin.

Saya senang akhirnya saya kembali ke sini dan bisa menuliskan ini semua.

Once Upon A Time, Pada Zaman Dahulu Kala


Saat duduk di bangku sekolah dasar dan mendapat tugas menulis dari guru entah mengapa banyak dari tugas tersebut yang dimulai dengan kalimat: ‘Pada zaman dahulu kala...’. Apakah sedemikian lamanya sehingga kita tak tahu hal tersebut kapan benar-benar terjadi.

Mengapa setiap dongeng diawali dengan kalimat tersebut? Misteri yang harus 

kita pecahkan!

Berburu Durian


Siapa yang suka dengan buah yang satu ini? Berduri dan kuning warnanya? Belum lagi baunya yang menyengat dan tak semua orang suka dengan baunya tersebut. Di Pontianak buah durian termasuk buah yang gampang sekali untuk ditemukan. Bahkan saat tidak musim durian. Kalau saya ditanya apakah saya suka dengan buah durian, tentu saja jawabannya saya sangat menyukainya. Walaupun saya harus membatasinya karena terlalu banyak makan durian membuat tubuh saya gampang kepanasan. Belum lagi tekanan darah yang bisa saja langsung naik setelah makan durian.

Sudah beberapa minggu saya tak sempat untuk keliling di seputaran Jalan Gajahmada dan singgah di warung durian dadakan yang dibangun seadanya untuk menampung banjir durian. Masih banjir durian sih sebenarnya dan saya yakin harganya masih sangat bersahabat. Dengan kualitas yang tinggi, harga tetap miring. Sangat menyenangkan untuk berburu durian pada saat seperti itu.


Pulang dari Singkawang malam ini membuat saya ingin sekali berburu buah durian dan memakannya hingga puas. Tapi belum ada waktu yang tepat. Semoga besok atau lusa saya bisa berburu durian seperti biasanya ya!

Menulis dalam Keadaan Kepepet


Sebenarnya saya bisa saja hari ini beristirahat dan menulis lebih banyak besok untuk mengisi kekurangan tulisan hari ini. Saya baru saja kembali dari Singkawang. Perjalanan yang panjang dan melelahkan. Meskipun saya hanya menjadi penumpang yang bahkan untuk masuk mobil pun minta bukakan pintu. Sepanjang perjalanan saya lebih banyak tidur. Apalagi saat pulang.

Tapi ketika melihat saya masih punya 1 jam untuk menulis 10 postingan. Sebab kemarin saya kurang menulis 1 postingan sebelum berangkat ke Singkawang. Khusus hari ini harus menulis 9 tulisan pula. Total mengejar 10 tulisan dalam satu jam. Sebenarnya waktu tak begitu menjadi masalah selama inspirasi datang dengan derasnya ke dalam kepala.

Anehnya saya itulah, kalau sudah kepepet inspirasi bisa mengalir sangat banyak dari segala arah. Tiba-tiba saja bisa menuliskan tulisan yang ini. Kepepet memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Sampai-sampai ada yang mengatakan ‘The Power of Kepepet’. Kalau sudah kepepet kita memang tak punya pilihan apa-apa selain menyelesaikannya.

Sering terjadi saat jaman sekolah dulu. Besoknya pe-er harus dikumpulkan. Malamnya baru bisa berpikir dan menemukan jawabannya. Padahal pe-er itu kadang sudah diberikan sejak seminggu sebelumnya.

Kalau kamu bagaimana?

We Are All Traveler


Siapa yang tidak pernah berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi yang lain? Setidaknya dari rumahnya sendiri ke rumah orang-orang terdekatnya. Tetangga satu kampung. Atau desa tetangga. Rasanya aneh kalau ada orang yang  tidak pernah melakukan perjalanan di dalam kehidupannya. Bahkan di dalam pikiran pun kita bisa membuat perjalanan itu sendiri.

Sebab kehidupan memang sebuah perjalanan. Kita bergerak dan berubah setiap hari. Bertemu berbagai macam orang. Melakukan berbagai hal. Kalau ditanya apakah kita seorang traveler? Tentu saja kita semua adalah traveler karena kita sedang melakukan perjalanan panjang kehidupan kita di muka bumi ini.

Setiap perjalanan punya ceritanya masing-masing. Pilihannya kembali pada kita sendiri. Apakah kita siap untuk membagikannya lebih banyak lagi pada orang lain atau kita ingin menyimpannya sendiri saja sebagai kenangan yang tak ingin kita lupakan.

Melakukan perjalanan bukan berarti kita harus punya paspor dan visa untuk ke luar negeri atau punya uang untuk membeli tiket pesawat dan keliling Indonesia. Sebab saya percaya setiap perjalanan yang kita lakukan. Panjang atau pendek, semuanya tetap perjalanan dan kisahnya berbeda antara satu sama lain.

Berbagilah tentang perjalanan kehidupan kita pada orang lain.

Traveling, Cari Sopir yang Jago


Saya bersyukur tidak termasuk orang yang suka mabuk di perjalanan. Baik itu darat, laut, atau udara. Kadang saya sesekali merasa tidak nyaman saat di perjalanan karena kondisi yang kurang fit. Tapi pada akhirnya saya tidak akan muntah atau pusing. Seumur-umur saya belum pernah minum antimo atau memasang plester di puser (udel) saya untuk menghindari mabuk selama perjalanan.

Namun buat teman-teman yang mudah sekali mabuk dalam perjalanan terutama perjalanan darat ada baiknya memilih supir kendaraan yang jago. Jago di sini, kita tidak akan terlalu banyak mengalami guncangan selama di perjalanan. Kita juga tidak akan melambung ke atas dan lepas dari kursi. Apalagi kalau memang dalam perjalanan tersebut kita bersama dengan teman-teman dekat. Kita pasti tahu betul siapa saja yang bisa membawa kendaraan tersebut dengan baik.

Cara membelok. Cara melewati jembatan. Cara melewati jalanan menurun atau menanjak. Semuanya ada caranya. Tapi tak semua orang bisa melakukan cara yang baik. Baik tak berarti sekadar aman. Melainkan benar-benar nyaman untuk penumpangnya sendiri.

Coba cerita di sini soal mabuk selama perjalanan!

Puasa Online


Sabtu kemarin, sebelum tiba di Singkawang saya akhirnya meng-offline-kan ponsel saya. Jangankan sinyal internet, sinyal telpon buat SMS saja tidak ada. Sengaja saya ingin mengetes diri saya sendiri untuk puasa online selama 24 jam. Ponsel tersebut hanya saya gunakan untuk mengambil gambar dan video. Sesekali digunakan untuk memutarkan lagu favorit sepanjang perjalanan.

Sekarang saya sudah kembali ke Pontianak dan sadar bahwa puasa online bisa dilakukan dan membuat saya lebih banyak menikmati dunia nyata. Itu dengan catatan saya sedang liburan dan sudah benar-benar yakin tak ada orang yang akan menghubungi saya untuk keperluan mendesak. Sedangkan untuk nomor ketiga yang memang jarang saya publikasikan di internet masih menyala. Sehingga orang yang tahu nomor tersebut tetap bisa mengirim SMS atau menelpon.

Ini puasa online terpanjang yang pernah saya lakukan. Biasa saya hanya mematikan ponsel untuk 4-5 jam dalam satu hari selama saya belum tidur. Sedangkan saat tidur biasanya hanya mati suara notifikasinya. Sedangkan jaringan internetnya kadang masih menyala. Hari ini saya pikir saya akan mencoba untuk mematikan dua ponsel sebelum tidur.

Ingin menikmati dunia nyata lebih banyak dan lebih banyak istirahat pula. Lebih dari 24 jam kemarin saya tak menyentuh twitter dan tidak buruk-buruk amat juga. Terlalu kecanduan sama dunia online sebenarnya cukup mengganggu untuk orang yang memiliki banyak orang yang harus berinteraksi dengannya di dunia nyata.

Saya sendiri yang hanya memiliki beberapa teman dekat saja kadang suka mencoba untuk melepaskan ketergantungan tersebut dengan mematikan ponsel pada jam-jam tertentu. Setidaknya ini juga bermanfaat bagi ponsel kita sendiri. Dia juga butuh istirahat bukan?

Yuk, puasa dari dunia online!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design