6 September 2013

Review Film: The Terminal


Tom Hanks bagi saya selalu bisa menghadirkan tokoh yang menarik dalam sebuah film. Banyak sekali film yang dia bintangi dan kebanyakan tokohnya sangat berbeda satu sama lain. Dia seakan-akan tak ingin terkungkung dalam satu genre film dan membuat dirinya kelihatan seperti artis serba bisa. Dia bisa menjadi seseorang yang kelihatan sangat jagoan. Dia bisa menjadi seseorang yang inteligen. Dia bisa menjadi apa saja.

Film The Terminal sendiri sudah lama sekali dirilis. Saya sendiri berminat menontonnya karena film tersebut dibintangi oleh Tom Hanks. Kalau bukan dia saya tak begitu tertarik membaca judulnya. Tak begitu menggambarkan apa yang sebenarnya ingin ditampilkan oleh sutradaranya. Namun kemudian saya menikmati setiap menit dari film tersebut.

Tentang seseorang yang ingin mewujudkan janji yang sudah dibuatnya untuk sang ayah. Tetapi begitu banyak rintangan yang menantinya di depan. Seakan-akan nasib baik tak berpihak padanya. Apalagi di dalam film ini (The Terminal) Tom Hanks tak lancar berbahasa Inggris yang membuat kendala lain bagi dirinya untuk menyelesaikan janjinya.

Meskipun 99% kita hanya melihat terminal bandara tapi cerita yang dibuat sangat menarik. Belum lagi tokoh yang dihadirkan. Jalan cerita yang tak biasa. Cara penyampaian yang unik. Tokoh utamanya juga dilengkapi dengan kelebihan yang tak pernah disangka orang lain.

Kalau memang belum menonton film The Terminal, tontonlah dan film ini akan mengajari kita banyak hal. Terutama bagaimana kita mensyukuri kehidupan yang sudah diberikan Tuhan dan menjalaninya dengan baik. Jangan pernah ingkar janji apa pun halangannya.


Film ini akan membuat kita tertawa, menangis, dan dada pun akan terasa penuh olehnya. The Terminal, when everything have to wait!

Traveling Lagi?


Mau ke mana tahun ini? Atau tahun depan? Sudah punya rencana untuk mendatangi tempat-tempat yang diinginkan? Kalau saya masih ingin keliling Kalimantan Barat. Banyak sekali tempat-tempat yang belum saya datangi. Pulau-pulau yang menawarkan cahaya mataharinya dan pasir putihnya. Pantai! Begitu membuat rindu.

Keliling dunia tentu saja akan sangat menyenangkan. Tapi bisa keliling Kalimantan Barat juga tak ada habisnya. Banyak sekali tempat yang tak pernah saya kunjungi di sini. Banyak hal yang belum saya lihat. Saya yakin kamu juga sering memikirkan tempat yang sebenarnya masih termasuk provinsi yang kamu diami tapi ternyata belum pernah kamu datangi.


Saya pikir saya harus membuat daftar tempat-tempat yang belum saya datangi di Kalimantan Barat. Saya yakin daftar tersebut akan sangat panjang. Kamu mau traveling ke mana?

Cinta Lokasi Saat Traveling



Ketika bepergian alias traveling kita juga membawa hati kita, segenap perasaan kita bersama. Hal yang biasa jika bertemu lawan jenis dan merasakan getaran-getaran aneh yang membuat perut kita bergemuruh. Akal sehat bisa jadi delay prosesnya. Jatuh cinta bukanlah sesuatu yang tak masuk akal. Apalagi jika kita ditakdirkan untuk selalu bertemu dengan orang tersebut. Entah satu hotel atau satu tempat tujuan.

Tak sedikit orang yang berasal dari dua negara berbeda lalu dipertemukan di sebuah negara yang membuat mereka saling jatuh cinta. Ada pula yang akhirnya memutuskan untuk mengikat cinta mereka dalam tali pernikahan. Terdengar mudah saja bagi beberapa orang untuk menemukan orang yang menjadi belahan jiwanya.

Terdengar romantis? Sangat!

Ada yang sanggup bertahan menjalani hubungan beda negara dan internet menjadi jalan satu-satunya untuk melepaskan rindu yang membuat hati kelu dan mendendam cinta. Rela menjadi pelaku long distance relationship. Ada yang gagal ada pula yang akhirnya berhasil mempersatukan cinta mereka.


Cinta lokasi saat traveling, jatuh cinta gara-gara mendatangi satu tempat yang sama. Menjadi turis. Merasa senasib lalu terjalin ikatan batin. Rasa-rasa itu pun bermunculan. Berpendar dan bercahaya. Seperti kunang-kunang yang berkelip-kelip di dalam kegelapan. Film-film hanya meniru kejadian di dalam kehidupan nyata dan memperlihatkan pada kita tentang cinta yang bisa muncul dari dua orang yang sedang traveling.


Nanti saat traveling jangan lupa bawa hati yang sudah sembuh dari luka untuk menemukan cinta barunya.

Apa Teman Travelingmu?


Ada orang yang suka traveling beramai-ramai dan ada pula yang lebih suka bepergian sendirian. Semuanya kembali lagi ke pilihan masing-masing. Ada kerugiannya tentu saja ada pula keuntungannya. Tapi semuanya pilihan kita. Mana yang paling cocok menurut kita.

Saya sendiri lebih banyak bepergian sendiri. Modalnya nekad saja. Kalau sudah seperti itu kalau tidak minta diantar dengan becak saya akan memilih taksi. Lebih menyenangkan, menurut saya. Sebab saya bisa meminta mereka mengantar saya ke mana pun yang saya mau. Mau singgah berapa lama di sebuah tempat tidak khawatir sebab yang traveling saya sendiri.

Tapi saya tahu traveling sendirian untuk perempuan bukanlah sesuatu yang baik. Keamanan menjadi pertaruhan. Kita tak bisa menebak apa yang akan terjadi saat kita traveling. Saya pikir jangan sombong atau terlihat sebagai orang kaya saat bepergian. Tampilah lebih membumi sehingga orang tidak memandang kita sebagai sasaran empuk.

Jangan pula memperlihatkan kita benar-benar 'buta' di tempat itu.

Meskipun sendirian saya masih membawa 'teman' yang lain untuk traveling. Kamera dan ponsel. Mengabadikan tempat yang pernah kita kunjungi tentu saja menjadi sesuatu yang sangat penting. Apalagi jika kita ingin membaginya dengan banyak orang. Satu hal yang harus selalu diingat bahwa kamera hanya untuk mengabadikannya, bukan alat untuk menikmatinya. Menikmati pemandangan dengan mata kita tanpa melalui lensa kamera tetap lebih, jauh lebih menyenangkan.

Ponsel pun dibawa hanya untuk memudahkan komunikasi. Bukan alat untuk menghilangkan rasa bosan dan malah membuat kita kurang menikmati liburan tersebut.


Kamu teman travelingnya siapa?

Traveling: Gambar Bercerita


Saat traveling semakin bagus teknik kita mengambil gambar dan semakin besar resolusi kamera yang kita miliki, tentunya akan lebih banyak bisa menghadirkan detail-detail yang diabadikan dalam bentuk gambar. Kalau kemampuan mengambil gambar saya sendiri masih harus banyak sekali belajar. Apalagi saya hanya menggunakan kamera dengan resolusi 5MP saat ini. Itu pun masih kamera ponsel.

Selama masih bisa merekam atau memotret sih tetap saja menyenangkan mengabadikan semuanya.

Gambar-gambar yang diambil saat traveling bisa menceritakan banyak hal yang bisa jadi kita lewatkan di dalam penulisan. Ada detail yang barangkali hanya dilihat orang lain bukan diri kita. Makanya lebih baik memasukkan gambar ke dalam postingan yang kita buat yang memang gambarnya milik kita. Sehingga kita mendapat bantuan 'bercerita' dari gambar tersebut.

Beberapa minggu yang lalu pasti teman-teman melihat banyak foto-foto yang masuk dalam postingan tanpa tulisan yang banyak. Ada beberapa yang hanya didukung dengan judul. Demikianlah kita kemudian bisa mengambil kesimpulan sendiri dari foto tersebut.


Sedetail apa pun kita mampu menulis dan menyihir pembaca saya yakin sekali akan lebih mudah menjelaskannya dalam bentuk gambar. Setiap orang punya cara untuk melihat sebuah gambar. Jadi kalau bingung menceritakan tentang traveling yang kita lakukan, unggah saya beberapa gambar untuk menceritakannya.

Review Film Bollywood: Bodyguard


Salman Khan sudah kelihatan sangat tua dalam film ini tapi tetap menyenangkan bisa melihat aksinya. Ceritanya memang menarik dan klimaknya benar-benar disimpan di bagian akhir. Sedikit bagian mengejutkan membuat saya merasa sedikit sedih. Tapi tak mengapa toh kebanyakan film Bollywood akan memberikan akhir yang bahagia.


Apa yang membuat saya terganggu dalam film Bodyguard ini adalah terlalu banyak adegan yang tak masuk akal dan terlalu kelihatan tidak natural. Visual efeknya rasanya kurang baik. Tapi saya sendiri tak tahu film ini rilisnya kapan. Namun lagu-lagu yang dihadirkan tetap sangat menghibur.


Karina Kapoor juga selalu kelihatan cantik di dalam film yang dia bintangi. Saya paling suka matanya. Matanya yang besar dan indah saat dihiasi dengan celak akan membuat matanya semakin bercahaya. Cara penyajiannya agak tidak masuk akal sih. Tapi memang kehidupan kadang-kadang menghadirkan hal-hal yang tak masuk akal.

Apakah Ini Salah Makanan yang Masuk Mulut Saya?




Setahun terakhir ini memang saya tak mampu mengontrol nafsu makan saya sendiri. Bnayak hal yang masuk ke mulut saya dan menimbulkan masalah baru. Perut saya membengkak padahal bagian yang lain tidak begitu mengalami masalah yang berarti. Ukuran perut seperti ini membuat saya kesulitan mengenakan celana jeans favorit saya.

Belum lagi baju yang saya kenakan yang sebenarnya kendor menjadi sangat ketat di bagian perutnya. Ini alasan saya memilih untuk OCD (Obsesive Corbuzier Diet). Saya juga takut saya sakit karena memiliki perut yang tak sesuai dengan ukuran tubuh saya.

erickavillongco.com

Apakah saya terlalu banyak tidur dan duduk di depan PC ya?

Saya bukan ahli medis jadi saya tak benar-benar tahu alasannya. Semoga saja nanti ada perubahan dalam satu bulan setelah mengikuti OCD ini. Lemak di perut ini membuat rasa percaya diri saya cukup menurun dalam hal berpenampilan. Musti pintar-pintar memilih atasan dan bawahan yang bisa menyembunyikan perut buncit ini.

Beberapa hari yang lalu sudah cukup malu gara-gara sang dokter menanyakan apakah saya sedang hamil? Sekarang perut saya kalau bisa seperti gambar di dalam postingan ini.

erickavillongco.com


Mohon doanya!

Review Film: R.I.P.D = Rest In Peace Department



R.I.P.D = Rest In Peace Department.
Beberapa hari yang lalu dapat tiket gratis nonton film R.I.P.D dari sepupu yang dapat tiket dari Telkomsel, Friday Movie Mania. Namun pada menit-menit terakhir dia tak bisa datang ke mall untuk menonton filmnya. Jadilah saya yang diminta untuk menggantikan. Awalnya sih malas sekali datang ke bioskop saat filmnya hampir dimulai. Takut kelewatan beberapa bagian. Untungnya sempat masuk sebelum filmnya dimulai.

Baca judulnya saja sedikit bingung. R.I.P.D? Maksudnya apa? Itu yang saya pikirkan dalam kebingungan.

Ketika menonton filmnya yang paling saya rasakan adalah betapa detail gambar di film ini membuat saya berdecak kagum. Film action comedy ini memang keren. Harus saya katakan demikian karena konsep ceritanya yang unik. Tentang polisi roh. Jadi polisi-polisi ini bertugas untuk menangkap roh yang seharusnya ada di alam 'barzah' tetapi malah berkeliaran di Bumi.

Diawali dari hampir bagian terakhir, film ini membuat saya berdecak kagum. Kita dikejutkan dengan aksi yang tiba-tiba hadir dan kita memang akan bingung ada apa sebenarnya. Sehingga kita akan penasaran untuk tahu bagaimana awal ceritanya. Beberapa menit adegan yang mendekati akhir itu ditayangkan, barulah adegan awal yang diputar. Bagaimana asal muasalnya itu semua. R.I.P.D, Rest In Peace Department.

Saya tak akan spoiler. Setidaknya saya berusaha untuk tidak spoiler. Kalau tidak karena dapat tiket dari sepupu saya mungkin saya tak akan datang ke bioskop dan memilih film ini. Sebab saya sendiri malah tidak tahu ada film dengan tema yang menarik seperti ini. Bagaimana kematian itu digambarkan dalam film ini.

Cara mengenali roh yang berkeliaran di Bumi. Terowongan kematian. Rahasia-rahasia membalikkan pintu keluar masuk roh. Bahkan makanan yang bisa membuat seorang roh yang berwujud manusia bisa berubah menjadi monster. Filmnya tak begitu rumit. Menyenangkan dan santai menontonnya dan mata kita tak akan mau lepas dari tiap adegan. Apalagi dialog-dialognya juga sangat lucu.

Sudah nonton RIPD? Tinggalkan komentar di sini.

Ebook OCD (Obsesive Corbuzier Diet) Gratis


Ingin tahu lebih lanjut tentang OCD (Obsesive Corbuzier Diet)? Jika ingin dijelaskan di blog ini akan butuh banyak sekali postingan, jadi sebaiknya saya kasih tautan untuk mengunduh ebooknya langsung. Klik di sini.

Dari banyak ebook yang ada dan dicari banyak orang ini termasuk ebook yang bisa kita dapatkan tanpa perlu membayar sepeser pun. Unduh secara gratis dan kita bisa menyebarkannya pada orang-orang yang menginginkannya, ingat secara gratis pula. Jangan menuntut bayaran atau memanfaatkan ebook ini untuk mencari uang.

Kalau sudah membaca ebooknya dan ternyata masih banyak sekali hal yang ingin disampaikan sebaiknya undang saja si Corbuzier untuk seminar yang bisa melayani tanya jawab langsung. Sekalian menambah motivasi buat teman-teman yang ingin diet sukses tapi kalau belum lihat hasilnya secara nyata, belum menyentuh kotak-kotak di perut sang mentalist, rasanya belum punya keyakinan.

Hingga saat tulisan ini diturunkan perut saya masih buncit. Saya belum mengukur ketebalannya lagi. Lemak di bagian bawah perut ini masih berlipat. Tapi saya yakin saya akan menaklukannya. Setidaknya saya harap dalam sebulan ini ada perubahan yang berarti. Walaupun saya perempuan sebenarnya saya ingin sekali melihat bentuk perut saya kotak-kotak. Tak perlu sampai seperti sang pesulap. Cukuplah ada garis halus yang menunjukkan 'bentuk'nya.


Saya takut sekali lemak di perut saya semakin menebal dan saya menjadi obesitas. Tapi sekarang saya yakin saya bisa melakukannya dan mewujudkan bentuk yang saya inginkan.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design