3 September 2013

Membuat Video Sedang Makan


Beberapa hari yang lalu saya membuat beberapa video saat saya sedang menikmati makanan yang selalu saya pajang dalam bentuk foto di blog ini. Sedikit hiburan buat teman-teman yang selama ini tak melihat bagaimana cara saya memakan makanan tersebut.

Saya makan memang lumayan cepat sehingga terlihat sangat lahap dan banyak yang bilang semua makanan yang saya makan terlihat sangat enak. Video-videonya durasinya tak lebih dari 2 menit karena saya sendiri sudah cukup malu dengan aksi saya yang diabadikan dalam bentuk video. Kapan-kapan kalau saya makan di rumah mungkin akan lebih bebas untuk berekspresi.

Beberapa video ini memang diambil di tempat umum. Saat saya sedang makan di tempat yang biasa saya singgahi. Saya berusaha menyelesaikan video tersebut secepat mungkin dan jangan sampai ada yang menyadari saya sedang membuat video. Masalahnya hanya menggunakan kamera Lenovo. Kelihatan sekali amatirannya. Bukan artis pula!

Beda cerita kalau memang sedang syuting dan orang tahu saya memang sedang membawakan acara di televisi atau punya channel Youtube yang pengunjungnya ratusan ribu. Ada yang harus saya berikan di sana. Nah, saya sama sekali bukan hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas.


Selamat menikmati videonya!

Perlakukan Pelanggan Anda Seperti Teman



Bekerja sebagai pedagang? Seperti saya, Honeylizious?

Tentunya tiap orang memiliki cara yang berbeda menghadapi pelanggan yang datang ke 'toko'-nya. Saya sendiri sudah terbiasa menghadapi pelanggan seperti seorang teman. Soalnya saya sendiri lebih suka diperlakukan seperti seorang teman.

Bahkan banyak orang yang awalnya hanya pelanggan biasa. Entah itu memperpanjang akun whatsappnya atau sekadar membeli makanan khas Pontianak, Kalimantan Barat, pada akhirnya menjadi sahabat saya. Baik melalui akun sosial media atau whatsapp saja.

Kami berbicara tentang hal-hal di luar bisnis dan mulai mengenal satu sama lain. Apalagi untuk pelanggan yang memiliki blog. Akhirnya saling kunjung mengunjungi di blog dan mengetahui sisi lain orang yang bertransaksi bisnis dengan kita. Menyenangkannya saat diperlakukan seperti teman, pelanggan akan selalu punya alasan untuk kembali bertransaksi dengan penjual tersebut. Sebab teman adalah orang yang kita beri kepercayaan.

Seorang sahabat juga tak akan mengkhianati sahabatnya. Jadi kunci sukses untuk berbisnis dengan orang lain hanya satu. Kejujuran. Jangan pernah menipu uang orang dan memanfaatkan kepercayaan yang telah dia berikan. Sejumlah uang memang menggiurkan tapi kalau sekali saja kita melakukan kecurangan, uang tersebut akan menjadi uang terakhir yang dipercayakan oleh orang lain untuk kita.

Pelan tapi pasti informasi kecurangan kita akan terbuka sehingga satu persatu orang akan mundur dari transaksi yang bisa jadi akan dilakukan dengan kita. Kalau sudah seperti itu, dapat segera dipastikan, bisnis kita juga akan hancur.


Perlakukanlah pelanggan kita seperti teman. Dengarkan dan jaga kepercayaannya.

Bisa Follback Sebentar, Saya Mau DM

Pernah ada yang menyapa di twitter seperti judul tulisan ini? Saya sering mendapat sapaan seperti ini. Bukan apa-apa, kadang orang asing yang menyapa dan ternyata ingin mengirimkan DM (direct message) itu sedikit mendebarkan buat saya. Seakan-akan saya punya kesalahan dan dia ingin menyampaikan kekesalannya kepada saya melalui pesan langsung di akun twitter saya.

Beberapa kali kejadiannya seperti ini. Saya sendiri jadi penasaran dengan orang yang meminta saya untuk mengikuti dirinya sebentar supaya dia bisa mengirimkan pesan. Padahal sebenarnya dia tak perlu mengatakan akan mengirimkan pesan langsung. Cukup minta saya mengikuti balik akun twitternya sudah bisa kok. Saya rasa dia berhak mendapatkan follow back dari saya. Apalagi kalau dia memang ingin mengenal saya secara online.

Cuma, kalau dia terlihat begitu asing, saya agak cemas, apakah ada sesuatu yang sangat penting sehingga dia harus menyampaikannya melalui pesan langsung di twitter. Satu orang yang sangat saya ingat hingga sekarang adalah seorang perempuan. Jadi dia meminta saya follow back akun twitternya karena ada sesuatu yang malu untuk dia sampaikan secara terbuka di time line. Tetapi karena dia perempuan ada kekhawatiran bahwa dia akan melabrak saya untuk sesuatu hal. Padahal belum tentu juga demikian.

Ternyata saat saya follow back dan dia mengirimkan direct message ke saya, saya sadar bahwa dia hanya ingin menanyakan tentang hadiah sepeda motor Honda Scoopy yang saya dapatkan dari LINE.


Kamu pernah meminta seseorang untuk follow back akun twittermu dengan alasan ingin mengirimkan direct message?

Mengapa Ngeblog Harus Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?


Sekarang saya berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menulis di blog ini. Bahkan kalau bisa jangan sampai terjadi kesalahan penulisan di dalam setiap tulisan. Sebab saya ingin semua orang bisa memahami apa yang saya tuliskan. Bahkan untuk blogger luar negeri yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Apabila kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, otomatis orang yang tak memahami bahasa Indonesia dapat menggunakan google translate untuk membaca tulisan kita. Kalau kita tidak menggunakan bahasa Indonesia mesin penerjemah ini tentu tak dapat menerjemahkan tulisan kita dalam bahasa yang diinginkan oleh pembaca tersebut dengan benar. Walaupun harus saya katakan bahwa Google Translate memang bukanlah sebuah mesin penerjemah yang sangat smart. Setidaknya mesin penerjemah ini masih menjadi pilihan bagi banyak orang untuk memahami sebuah tulisan. Begitu juga saya yang kadang kesulitan memahami bahasa Inggris.

Apalagi saat menemukan tulisan dalam bahasa Rusia yang saya sendiri tak bisa membaca huruf yang mereka gunakan. Kalau kita memang ingin dipahami oleh semua orang, termasuk orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebenarnya kita tak perlu repot menggunakan bahasa Inggris seperti yang sempat saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Ternyata bahasa Inggris saya yang saya sebut dengan 'broken english' tersebut malah lebih rancu dari terjemahan Google Translate.

Itu sebabnya sekarang saya mengembalikan bahasa blog ini ke Bahasa Indonesia dan sedang menuju bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semoga Google Translate bisa menerjemahkannya dengan baik sehingga banyak orang bisa memahami semua informasi yang saya bagikan. Terutama untuk tulisan yang membahas tentang makanan dan traveling.

Sayang rasanya banyak tempat yang ada di Kalimantan Barat tak diketahui oleh orang lain. Padahal kita yakin tempat-tempat itu cukup istimewa untuk dipublikasikan. Belum lagi makanan daerah kita yang bisa jadi menurut orang lain adalah makanan asing atau makanan yang sangat unik untuk dicicipi.



Nonton Film yang Bikin Mewek

Pe pe mi mir sa sahh, perkenalkan, saya Tukang minggat. Pria yang pernah menjadi salah satu "this year hottest man you should date with" edisi majalah Forbes, Esquire dan Cosmo Man namun udah nggak single lagi ini baru  aja mendapat kehormatan menjadi tamu blogger di blog keceh Hanibaniswitibalabala :) Tema udah ditentukan oleh Om Nduut sebagai swap host of this month, yakni "Movie Magic Mushroom"

Well, ok, Movie Magic... pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya untuk menginterpretasikan tema tersebut ke dalam sebuah judul "Nonton Film yang Bikin Mewek". Hokeh, apa hubungannya Movie Magic Mushroom dengan "Nonton Film yang Bikin Mewek"?

Simply said, saya adalah penganut paham "boys don't cry coz I'm sexy and I know it:!" Oleh karena itu, haram jadah hukumnya bagi saya hanya untuk menangisi hal sepele semacam sebuah adegan film. Dan bagi saya, jika ada sebuah adegan film yang bikin dada saya sesak, nafas tertahan, lidah kelu dan perlahan bulir air mata mengalir jatuh satu-satu, oh well, this is what I call as "Magic Movie"

Baiklah, mari kita list tiga film yang sempat mendobrak ke-laki-lakian dan ke-maskulinitas saya yang kokoh membara ini:



1. Marley and Me

 
Inget film ini? Yup, film ini bercerita tentang persahabatan manusia dan binatang peliharaannya. Walaupun ceritanya hampir mirip dengan film Hachiko, dimana tokoh anjingnya akhirnya mati di akhir cerita, Marley and Me lebih membuat hati saya hancur berkeping-keping tak terperi. Anjing yang kamu pelihara sedari kecil, yang bandelnya luar biasa, yang sempat membuat hubunganmu dan pacarmu renggang karena ulahnya, yang selalu setia menemanimu dan keluargamu akhirnya harus meregang nyawa. Marley dikisahkan sebagai anjing yang dipelihara sedari kecil hingga tua dan sakit parah sehingga diputuskanlah harus disuntik mati untuk mengurangi penderitaannya.

Well, kisah ini terbilang sederhana sih, pasti banyak orang--terutama yang pernah atau sedang memelihara anjing--mengalami hal serupa. Dada saya mulai tercabik-cabik ketika melihat adegan Marley yang mulai tua, sakit dan lemah. Marley lebih murung dan tidak selincah biasanya, walau tetap menemani anak-anak pemiliknya yang sedang bermain.  Dan hingga pada akhirnya Marley dibawa ke Veteranian dan menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.

At least bukan cuma saya sih yang menangis di dalam studio saat itu. Kami nonton berenam, dua pria (termasuk saya) dan empat wanita. Dan, tadaaaaa, semuanya menangis serempak saat Marley terpejam untuk selamanya T___T

 2. Three Idiots

Ok, saya bukanlah pecinta Bollywood dan segala tetek bengek tarian acha-achanya. But hey, this film is EPIC!! Film ini bercerita tentang persahabatan tiga orang mahasiswa yang baru saja memasuki masa perkuliahan di sebuah kampus yang rektornya super killer. Adapun persahabatan konyol Farhan, Raju dan Ranchho ini diwarnai dengan ketidak-sukaan berbagai pihak sehingga masing-masing dipaksa untuk mempertimbangkan kembali hubungan satu dan yang lainnya.

Film ini mencapai puncaknya ketika Raju dipaksa untuk memilih antara keluarga dan kuliahnya atau sahabat-sahabatnya. Ia yang terpojok akhirnya memutuskan untuk bunuh diri melompat dari tingkat tinggi kampusnya. Nope! bukan pada adegan bunuh dirinya yang membuat saya mewek. Tapi adegan terakhir saat Farhan dan Raju menangis sambil berterima kasih pada Ranchho yang memaksa mereka lebih menuruti hati untuk mengejar impian masing-masing. What a friendship :)



3. Toys Stories 3
Persahabatan Andy dan Woody--mainan koboy favoritnya--akhirnya harus diakhiri karena Andy akan pindah utuk melanjutkan kuliah. Andy awalnya memutuskan untuk membawa Woody serta dan menghibahkan mainan lainnya ke orang lain. Namun Woody lebih memilih untuk menemani teman-teman mainannya di rumah pemilik yang baru dan berpisah dengan Andy.
.
Disney memang nggak pernah kehabisan akal untuk membuat penontonnya terenyuh menikmati suguhan alur ceritanya. Konflik yang membuat saya agak mewek adalah ketika Woody harus memilih antara ikut bersama Andy ke kota atau tetap tinggal bersama teman-teman lainnya yang selalu setia bersamanya di setiap petualangannya. Saat menulis ini pun saya masih terngiang akan adegan perpisahan mereka yang diwarnai dengan laguyang mendukung perguliran air mata saya T_T

Hmm, film-film di atas mungkin tidak secengeng yang dibayangkan. Atau sayanya yang terlalu mellow menghayati adegan demi adegan. Those really tear my feeling into pieces T_T adegan-adegan sederhana yang sekiranya mungkin bagi beberapa orang biasa saja, namun bagi saya cukup membuat mata saya panas dan berkaca-kaca. Ok, kesampingkan dulu "Boys dont cry and I'm sexy, I know it". If you agree that these movies do squeeze your heart, nggak perlu malu untuk wipe your tears :)

Baiklah, dengan berakhirnya sedikit review mengenai film-film yang berhasil membuat saya mewek, berakhirlah perjumpaan kita di sesi Swap Blog kali ini. Adapun salah kata selip lidah yang terjadi mohon dimaafkan. saya beserta kru mohon undur diri. Semoga bisa bersua lagi di kesempatan dan kesempitan yang berbeda. Happy blogging :)

Nb. Mampir yuk ke Blog sayah, Lets Escape :)

Menulis Pagi Hari


Apa yang saya senangi tentang menulis pagi hari adalah saya bisa membuat postingan terjadwal. Bisa juga tengah malam lewat dari pukul 12 malam, sudah masuk wilayah dini hari. Saya bisa membuat postingan dengan jam-jam yang diatur untuk hari yang bisa diatur pula. Itu membuat blog saya bisa menerbitkan tulisan dengan jarak beberapa jam.

Sebab menerbitkan 9 tulisan sekaligus diwaktu yang mepet membuat 9 twit dan status facebook itu hanya memiliki jarak dalam hitungan menit dan itu membuat orang-orang yang membuka twitter dan facebook pada waktu itu saja yang bisa melihat tautan yang dibagikan secara otomatis dari akun sosial media saya.

Lain cerita jika saya membuat postingan terjadwal. Tautan tersebut akan muncul setelah tulisannya benar-benar terbit. Saya juga tak perlu repot-repot mengupdate status sendiri untuk membagikannya ke twitter dan facebook. Karena saya menggunakan fasilitas dlvr.it yang otomatis membagikan tautan dari blog ini ke akun yang sudah saya atur.

Kadang memang harus menulis lalu membagikan tautannya ke twitter dan facebook cukup merepotkan. Apalagi kalau saya memiliki akun facebook pribadi dan halaman facebook untuk blog ini. Belum lagi akun twitter saya.


Menulis pagi memang lebih menyenangkan. Otak masih segar. Perut memang agak lapar kalau tidak segera diisi dan bisa-bisa saya ngeblank kalau tidak sarapan. Kamu menulis pagi atau tidak?

Ternyata...


Iseng mengublek-ublek (membongkar-bongkar) kotak draft di blog dan menemukan ternyata ada lo tulisan yang sudah jadi beberapa bulan yang lalu tapi tak saya publikasikan. Lumayan membantu saya yang sedikit keteteran untuk membuat 9 tulisan dalam sehari. Rencananya sih hari ini mau membuat tulisan lebih dari 9 sehingga untuk besok-besok ada tulisan cadangan setidaknya satu dalam sehari bisa diupdate.

Teman-teman punya target tulisan setiap harinya?

Saya sendiri rencananya akan menyelesaikan semua tulisan yang ada di draft sehingga tak ada lagi kotak yang berisi judul saja yang tak selesai tulisannya. Saya yakin pasti banyak di antara kita yang suka menyimpan tulisan yang tak selesai di draft. Lantas berhari-hari tulisan tersebut tak tersentuh. Kemudian kita malah membuat tulisan baru.

Lama-lama tulisan di draft menumpuk. Terus menumpuk sampai akhirnya kita bingung mau menyelesaikan yang mana. Di samping itu muncul banyak ide baru untuk dituliskan. Seperti blog ini sendiri. Setelah fokus menulis makanan dan traveling, mau tak mau mulai menajamkan topik yang satu itu. Setidaknya satu dalam seminggu membahas tentang makanan walaupun pada kenyataannya saya bisa membahas tentang makanan berkali-kali dalam seminggu.

Alhamdulillah. Semuanya memang benar-benar tak saya sangka. Kadang suka juga mikir, nanti saya menulis tentang makanan apalagi ya? Padahal saat melihat ke semua tulisan yang sudah jadi saya sadar satu hal bahwa saya bisa menulis tentang makanan banyak sekali. Bahkan makanan yang sama bisa ditulis dalam sudut pandang yang berbeda.

Begitu juga tentang traveling. Jangan takut untuk menuliskan sebuah tempat yang bahkan belum kita kunjungi. Karena itu bisa kita masukkan dalam daftar tempat yang akan kita kunjungi berikutnya. Saya memang bukanlah orang yang punya banyak kegiatan yang dilakukan di luar Pontianak atau Kalbar. Tetapi saya selalu merencanakan untuk bepergian ke tempat yang saya inginkan setidaknya satu kali dalam setahun.


Liburan itu sangat dibutuhkan untuk menyegarkan kembali kepala kita. Kepala yang selama ratusan hari penuh oleh rutinitas yang terlalu biasa kita lakukan. Hidup harus dinikmati. Satu di antaranya dengan makanan makanan yang enak dan bepergian ke tempat yang kita suka.

WhatsApp Itu....



Sejak awal sebenarnya tak berniat memajang nomor WhatsApp di sini dan lebih suka transaksi via email atau twitter. Bukan apa-apa, walaupun itu lebih mempermudah pelanggan untuk langsung menghubungi dan tak semua orang punya twitter, tapi terkadang banyak pula yang mengganggu. Mau langsung di blokir rasanya tidak sopan ya kecuali dia sudah melakukan sesuatu di luar batas. Tapi kalau hanya menyapa, agak berlebihan harus di blokir.

Tapi memang saya bukanlah orang yang suka mengirim pesan diWhatsApp hanya untuk menghabiskan waktu luang. Jika saya rasa tidak penting saya tidak akan melakukannya, bahkan sering saya hanya diam saja di grup WhatsApp yang isinya orang kantor semua karena memang saya tak ada kepentingan untuk bicara.

Ada juga sih beberapa teman yang saya dapatkan dengan memajang nomor WhatsApp di blog. Saya lebih suka berteman dengan perempuan kalo untuk di wilayah pribadi seperti itu atau memang dengan orang yang sudah saya kenal secara langsung apa pun jenis kelaminnya.

Kadang saya suka risih jika ada laki-laki asing yang menyapa saya padahal tidak ada keperluannya. Jangan katakan alasannya ingin tahu tentang saya lebih banyak karena sebenarnya saya lebih banyak berbicara di blog atau di twitter. Saya pikir itu memang wilayah untuk berkomunikasi dengan orang asing tanpa melewati batas pribadi seseorang. Meskipun kadang saya suka risih juga jika ada yang menyapa di twitter hanya basa-basi.

Hey, saya bukan orang yang terlalu suka basa-basi lo. Bahkan saya kadang terlalu menikmati kesendirian saya. Berbicara dengan diri saya sendiri. Saya hanya akan bicara banyak, dan tentu saja tanpa basa-basi, pada Mister Achan.

Kalau hanya untuk berteman dengan saya di WhatsApp silakan, tapi bukan untuk teman chat yang diperlukan untuk membunuh waktu luang karena saya bukan tipe orang yang punya banyak waktu luang. Memang ada waktu-waktu yang kadang saya memiliki banyak waktu luang tapi tentu saja akan saya habiskan untuk menulis atau membaca.

Hingga sekarang keberadaan WhatsApp di ponsel saya hanya untuk mempermudah komunikasi dengan orang. Terutama orang yang saya sayang. Teman sekantor. Sisanya untuk orang yang punya keperluan bisnis sama saya. Bukan ajang kenalan apalagi buat mencari pacar.

Inti tulisan ini sebenarnya meminta teman-teman yang memang telah menyimpan nomor WhatsApp saya, silakan hubungi saya apabila ada keperluan. Apabila tak ada urusan alangkah lebih baik untuk tidak menghubungi nomor pribadi saya tersebut. Apalagi sampai menelpon tengah malam buta. Penasaran dengan suara saya? Saya punya soundcloud kok yang isinya suara saya semua. Mulai dari suara bangun tidur saya iklan di Radio Volare.

Silakan cek suara di bawah ini!

Rencananya Nabung Buat Kamera Galaxy



Selalu berdebar setiap melihat kamera dengan resolusi yang sangat tinggi yang dipajang di pusat perbelanjaan. Sebenarnya saya sendiri bukanlah orang yang membeli sesuatu karena trend atau karena kebanyakan uang.

Ini sebenarnya adalah judul di draft yang baru hari ini saya tulis postingannya. Maklum saya harus menulis lebih banyak dari bulan lalu. Karena pagi-pagi rasanya sedikit malas untuk mencari ide di luar dashboard, jadilah mengembangkan judul-judul yang sudah saya simpan sebelumnya.

Saya pikir blogger yang membahas soal makanan dan traveling musti punya kamera yang mumpuni. Karena makanan yang menyelerakan kalau tak bisa ditampilkan dengan baik dalam bentuk gambar juga rasanya sayang sekali ya? Belum lagi tempat-tempat indah yang dikunjungi. Tak diabadikan dan ditunjukkan pada orang lain juga sangat disayangkan. Sebab saya yakin tak banyak orang yang akan mengabadikan Jawai dalam bentuk video dan foto.

Beda dengan tempat wisata lainnya di Indonesia yang sudah dibangun dan mendapatkan banyak pengunjung dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia.

Jawai Selatan, siapa saja yang benar-benar tahu bahwa kecamatan ini ada jika saya tak banyak menuliskannya di blog ini. Memamerkan setiap jengkal darinya yang bisa saya abadikan.

Ada rencana untuk menabung dan membeli kamera keluaran samsung. Samsung Galaxy kamera. Saya sendiri tak benar-benar tahu spesifikasinya. Namun akan sangat menyenangkan bisa memiliki kamera yang bagus dan bisa digunakan dengan maksimal dan mengabadikan dengan maksimal pula. Syukur-syukur bisa mengabadikan dengan indah.

Sementara ini harus berpuas hati dengan kamera smartphone dari Lenovo yang masih tak begitu maksimal digunakan di tempat yang sedikit cahayanya. Sebab tak ada flashnya.


Yuk nabung!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design