12 Desember 2013

Umak Bilang


Honeylizious.com – Saya baru sadar bahwa saya dilahirkan dari seorang ibu yang sangat optimis di dalam hidupnya. Tak ada kata menyerah dan kalah. Itu sebabnya saya menjadi seperti yang sekarang dikenal orang. Selalu berusaha keras mendapatkan apa yang dia inginkan. Kalau gagal coba lagi. Gagal coba lagi sampai berhasil.

Kejadian yang paling mengesankan itu saat saya melaporkan keberuntungan saya mendapatkan sebuah sepeda motor dari LINE. Banyak orang yang mendengar saya mendapatkan hadiah sepeda motor pasti mengatakan, selamat. Tapi ibu saya berbeda. Dia dengan bersemangatnya mengatakan untuk ikut lomba lain lagi. Kalau bisa lomba yang berhadiah rumah.

Saat itu saya berpikir bahwa ibu saya pasti bercanda. Yakin sekali dia mengatakan bahwa saya harus ikut lomba yang berhadiah rumah? Memangnya saya pasti menang. Itu yang ada di dalam kepala saya saat mendengar dia bicara demikian. Begitu pula di lomba-lomba yang saya ikuti kemudian.

Dia selalu mengatakan: “Kita ikut lomba itu untuk menjadi Juara 1. Ucapan adalah doa. Berdoalah untuk menjadi Juara 1.”


Padahal waktu itu, jangankan juara 1, juara 3 saja hadiahnya sudah 10juta. Tetapi karena ibu saya terus saja memberikan semangat ya saya doanya jadi 'semoga Juara 1' dan ternyata doanya terkabul. Padahal saya tidak yakin saya akan juara 1. Sekarang saya juga selalu percaya dengan ucapan ibu saya untuk berdoa itu yang paling tinggi. Kali ini juga berdoa semoga Juara 1 lagi di lomba yang berbeda.

@honeylizious

Followers