Langsung ke konten utama

Selamat Datang Internet


Honeylizious.com – Satu hal yang paling terasa saat berada di Jawai adalah jaringan internet yang sama sekali tak bersahabat. Mau tak mau kalau memang butuh akses internet yang baik harus mampir ke warnet terdekat yang dapat dipastikan akan sangat penuh dan ribut. Banyak penggunanya memang anak-anak.

Mereka datang untuk bermain game. Walaupun banyak warnet sudah menyediakan headphone sehingga bunyi game tak akan mengganggu orang lain tetap saja penggunanya tak bisa menutup mulutnya sendiri ketika bermain game. Entah itu ngobrol dengan orang di sebelahnya atau hanya berbicara sendiri.

Saat berada di Pontianak terasa sekali bedanya. Jangankan jaringan internet yang terpasang di rumah dari Wigo WiMAX. Internet yang digunakan di smartphone pun sudah lebih dari cukup kalau hanya untuk mengakses sosial media atau membuka email. Sekarang sudah berada di Pontianak. Internet memang sangat memanjakan di sini.

Makanya ketika banyak teman-teman selesai kuliah dan menikah akan kembali berkumpul bersama keluarga besarnya. Saya lebih memilih menetap di Pontianak dan membangun rumah tangga bersama suami tanpa keluarga besar saya. Bahkan rumah kami lumayan jauh dari rumah keluarga besar suami. Apalagi keluarga besar di Sintang. Semuanya karena jaringan internet merupakan sumber penghasilan saya. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dengan melimpahnya jaringan internet di sini.

Sebab dapat dipastikan jika pulang kampung, saya mau tak mau harus ke warnet setiap hari hanya untuk membuka email atau mengupdate blog. Padahal kita tidak tahu kapan ada ide yang bisa dituangkan ke blog dan akan menyebalkan ketika ide datangnya tengah malam dan tak ada warnet yang buka lagi. Sebab memang kebanyakan warnet di Jawai tidak buka sampai 24 jam. Berbeda dengan banyak warnet di kota besar.


Bahkan di rumah kita sendiri. Kita bisa mengakses internet dengan bebas tanpa batasan waktu.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan