Langsung ke konten utama

Penipuan di Instagram


Honeylizious.com – Baru-baru ini tercengang melihat lini masa di instagram. Ada beberapa akun yang saya ikuti tiba-tiba mengunggah gambar yang sama. Sebenarnya saya sudah biasa melihat akun-akun yang mengejar hadiah di instagram. Katakanlah akun banci kuis yang ingin mendapatkan hadiah dari berbagai kuis yang diadakan di sana. Kemudian ternyata ini dimanfaatkan oleh orang lain. Apalagi tawarannya sangat menggiurkan.

Hadiahnya iPhone 5S yang harganya belasan juta itu. Tapi yang namanya penipuan tetap akan tercium kok. Jadi mereka menuliskan di bionya akan memberikan followernya iPhone jika mereka mencapai jumlah follower tertentu. Misalnya saat mereka mencapai 75k follower mereka akan membagikan satu iPhone untuk follower ke 75k. 

Terlalu mudah lagi caranya, yaitu mengcapture bio akun tersebut dan memention akunnya. Ujung-ujungnya kita secara tak sadar mempromosikan akun tersebut kepada follower kita dan membuat follower kita melakukan yang sama. Karena iming-imingnya adalah iPhone banyak yang merasa tak rugi untuk mencoba. Beberapa foto mereka unggah juga sebagai bukti pemenang. Tapi hanya beberapa orang dan ternyata itu adalah foto orang-orang yang berfoto menggunakan iPhone yang dicuri dari akun mereka.

Saya rasa akun ini niatnya hanya mendapatkan follower sebanyak mungkin. Kemudian akun tersebut akan dijual pada orang yang mau membayar tinggi. Walaupun tidak merugikan orang lain secara materi dalam hal ini mereka memang tak membuat orang mengirimkan sejumlah uang. Tapi memberikan iming-iming palsu seperti itu sangat tidak bisa ditolerir.


Buat teman-teman yang mudah teriming-imingi oleh sesuatu. Bacalah baik-baik dulu sebelum menyebarkan. Sebab satu foto saja yang kita unggah itu bisa berakibat banyak orang ikut mendapatkan iming-iming palsu. Waspadalah!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan