24 Desember 2013

Parit Setia


Honeylizious.com – Desa Parit Setia tak seberapa jauh dari Bakau. Tempat saya lahir dan dibesarkan. Di rumah Uwan dan Aki. Saya bahkan sering mendatangi desa ini dengan berjalan kaki. Kalau berjalan kaki memang lebih terasa jauhnya. Tapi kalau menggunakan sepeda motor bisa tiba di sana dalam waktu 5 menit saja. Dekat bukan?

Di Desa Parit Setia inilah berdiri sebuah tugu yang cukup horor. Sebuah Tugu Ketupat Berdarah yang mengingatkan saya pada kejadian naas 14 tahun silam. Bagaimana masyarakat sekitar membabat habis satu etnis yang dianggap meresahkan. Waktu itu di Jawai sekolah-sekolah diliburkan mendadak. Kerusuhan waktu itu memang hingga hari ini masih membekas.

Bagaimana tidak? Saya melihat banyak kepala yang diarak keliling kampung. Belum lagi potong tubuh yang bertebaran. Tumpahan darah di mana-mana. Manusia sudah seperti hewan. Beringas dan saling bunuh. Sangat menakutkan. Untungnya Abah hanya berdiam di depan rumah berjaga-jaga dan di Pasar Matang Suri, komplek perumahan kami, tidak diserang.


Setiap ke Desa Parit Setia yang saya lihat adalah Tugu Ketupat Berdarah Ini. 

@honeylizious

Followers