23 Desember 2013

Pampang


Honeylizious.com – Nama desa ini sebenarnya beda tipis dengan sebuah umpatan kasar yang berarti anak haram jadah. Yaitu 'ampang'. Biasanya orang di Jawai akan menyebut anak yang lahir diluar pernikahan sebagai anak ampang. Tanpa bermaksud menuliskan hal yang vulgar di sini. Tapi memang nama Desa Pampang sangat dekat dengan kata umpatan tersebut.

Walaupun semenjak tinggal di Pontianak tak pernah lagi saya mendengar orang menyebut umpatan 'anak-ampang'. Dulu waktu kecil sering mendengar anak-anak di sekolah menyebutkan umpatan tersebut. Jadi dibandingkan mengumpat dengan kata 'anj*ng' atau 'b*bi', biasanya anak-anak yang satu angkatan dengan saya menggunakan kata 'ampang'. Tentunya diucapkan dengan nada tinggi sedikit menghardir.

Namun Uwan saya di Bakau selalu mengingatkan untuk tidak mengumpat dengan kata-kata kasar apalagi vulgar sampai berkaitan dengan kelamin. Dapat dipastikan ancaman Uwan adalah 'kucabek kalak ye mulutnyeee'. Artinya Uwan akan mencocol dengan cabai mulut cucunya yang mencarut atau menggunakan kata-kata kasar.


Tapi Pampang adalah desa yang sangat penting dulunya bagi Uwan dan Aki. Sebab tengkulak kelapa kopra milik kakek tinggal di Desa Pampang. Butuh 30 menit untuk ke sana dengan naik motor. Kalau sedang tak punya uang Uwan akan mengambil uang dulu ke sana dan nanti akan dibayar menggunakan kelapa kopra yang akan segera di panen.

@honeylizious

Followers