Langsung ke konten utama

Pakaian Itu Investasi


Honeylizious.com – Barangkali ada beberapa hal yang sulit dipahami suami mengenai hobi saya berbelanja secara online. Selain memang sekarang ingin mengoleksi lebih banyak dress, lebih banyak rok, dan mengganti semua jilbab (ngetrendnya disebut hijab) yang ada di lemari dengan yang lebih syar'i. Sudah lama sebenarnya ingin mencari jilbab yang trendi tapi tetap tidak menerawang dan bisa menutup dada.

Terwujudnya baru sekarang. Selain penghasilan juga lebih banyak dibandingkan dulu saat masih sendiri, sekarang juga soal makan suami yang nanggung. Saya pikir kalau bukan sekarang kapan lagi saya mengumpulkan pakaian yang sesuai dengan tuntunan agama yang saya anut sejak lahir.

Kita berbuat dosa di dunia ini ada yang sadar ada pula yang tak sadar kita lakukan dan rasanya dosa itu tak akan bisa dihilangkan begitu saja. Dan saya selalu ingat bahwa orang yang lebih baik dari kemarin adalah orang yang untung. Sedangkan orang yang tak berubah dari dirinya yang kemarin adalah orang yang merugi. Setidaknya dari segi berpakaian yang lebih syar'i saya sudah berusaha untuk memperbaiki diri.

Menjalankan perintah agama dan berusaha menaati semua larangan. Apalagi sekarang sudah punya suami. Menikah seharusnya jadi ajang untuk beribadah lebih banyak lagi.

Pakaian itu investasi akhirat yang sedang saya lakukan. Selain itu ketika kita berusaha memperbaiki diri dan menuju hal yang saya yakin adalah hal yang baik, Allah tentunya akan lebih mencintai kita. Dia Maha Pemurah. Kita berdosa saja masih diberikan oksigen setiap hari. Di samping itu pakaian juga investasi dunia.

Tanpa saya sadari saat saya membongkar seisi lemari dan memberikan semua yang tak saya butuhkan pada orang lain, lalu menggantinya dengan pakaian yang lebih syar'i, banyak yang tertarik dengan apa yang saya pakai. Bahkan tak jarang jilbab yang sudah saya pakai sekali dua kali, dibeli orang karena memang saya hanya punya stoknya satu untuk tiap barang. Namanya juga koleksi pribadi.


Tuh kan, kadang ibadah yang kita lakukan mendatangkan rezeki yang tak kita duga-duga. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan