Langsung ke konten utama

One Day One Juz


Honeylizious.com – Sepertinya ini akan menjadi resolusi yang sangat baik untuk dilakukan. Kalau perlu membuat target yang lebih tinggi. Setidaknya kalau yang tercapai hanya setengahnya sudah tercapai lebih dari 1 juz. Anggap saja kita membuat target untuk mengaji tiga juz sehari. Katakanlah ternyata hanya tercapai 1 juz. Sudah lumayan bukan?

Tapi selama ini saya sadar saya belum memahami benar cara membaca Al-Quran yang sesuai dengan tajwidnya. Rasanya masih belum sempurna dan masih banyak yang harus saya pelajari untuk memahami Al-Quran. Selain melafazkannya tentu kita harus memahami isinya sebagai pedoman hidup. Itu sebabnya mulai tahun 2014 saya akan mengurangi jadwal menulis di blog. Hanya satu sehari targetnya. Cukup meluangkan waktu 10-20 menit untuk mengisi tulisan di blog.

Sisanya mengirim tulisan ke media yang membeli tulisan. Jadinya punya banyak waktu untuk belajar mengaji. Sebenarnya sih ingin memanggil guru ngaji ke rumah. Sebab rasanya malu belajar mengaji di mesjid yang didominasi oleh anak kecil. Sudah terlalu tua untuk berkumpul dengan anak-anak dan duduk sebagai murid mengaji juga.

Semoga tahun depan banyak hal bisa diselesaikan dan saya bisa menemukan guru ngaji yang tepat dan dekat dengan rumah. Jadi kalau dia sendiri tak bisa datang, saya yang akan mendatanginya. Jadi target mengaji saya akan tercapai.

Dulu saya memang punya pemahaman yang salah mengenai mengaji. Saya melihat banyak orang merayakan khataman dengan acara yang meriah. Dalam pikiran saya waktu itu tentunya adalah kalau sudah khatam tak perlu lagi mengaji. Jadi saya cepat-cepat menyelesaikan 30 juz supaya bisa latihan menulis lebih banyak lagi. Apalagi waktu kecil dulu saat sudah selesai 30 juz Uwan tak pernah menyuruh saya belajar mengaji lagi.


Padahal mengaji itu seharusnya menjadi rutinitas yang bisa dilakukan setiap hari. ah... naifnya saya waktu itu.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…