Langsung ke konten utama

Nulis Apalagi Ya?


Honeylizious.com – Kalau sudah punya banyak hutang postingan di blog sering sekali pertanyaan ini muncul di kepala. Sekarang nulis apalagi ya? Bukan berarti saya punya ide terus setiap hari lo. Kadang ide menulis itu muncul karena tak punya ide menulis.

Saat saya kehabisan ide menulis itulah yang saya gunakan untuk ide berikutnya. Jadi saya menceritakan tentang kehabisan ide saya di dalam satu postingan dan membuatnya menjadi ide yang utuh dan bisa dibaca orang. Lalu diterbitkan. Itu juga bagian dari ide. Saat kita bingung. Saya kita tak tahu apalagi yang bisa kita tuliskan buat postingan di blog kita. Apa pun itu. Bahkan cerita mengenai kita yang sedang kehabisan ide.

Namun sebenarnya saat kehabisan ide saya juga suka mengingat kembali fokus pada blog ini. Yaitu mengenai travel dan kuliner. Jadi saya akan berusaha mengingat makanan apa yang bisa saya ceritakan atau perjalanan apa yang belum saya bagikan untuk informasi baru kepada teman-teman yang selalu mampir ke sini atau yang baru saja terperangkap ke blog ini.

Ketika mengingat tantangan dan orang yang menunggu tulisan baru di blog saya akan memacu semangat. Menggenjotnya hingga penghabisan untuk mengeluarkan tulisan baru. Sebab tiada hari tanpa menulis. Saya juga harus menyelesaikan semua hutang agar saya bisa mengikuti lomba yang sedang saya incar berikutnya. Menang atau kalah bukan urusan. Paling penting menyelesaikan novel.


Sebab terkadang menyelesaikan novel itu suka malas-malasan kalau tak ada deadline atau lomba. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan