Langsung ke konten utama

Membuat Masker Alami dengan Bahan Alami di Dapur (1)


Honeylizious.com – Kembali lagi ke masker. Yang namanya perempuan memang akan selalu mencari cara untuk tampil lebih cantik. Bukan hanya cantik karena polesan make up tapi tentu kita ingin kulit kita, baik kulit wajah atau tubuh, dan yang paling sensitif perawatannya memang wajah, sehat dan cantik setiap hari. Kali ini ngomongin soal masker putih telur.

Kebetulan saya sendiri sedang punya bahan yang bisa digunakan untuk membuat masker di rumah. Selain itu beberapa botol masker favorit saya sudah habis dan saya biasanya akan memesan produk tersebut secara online lagi kalau kehabisan. Namun sayang kalau hanya pesan satu dua barang. Makanya lebih baik menghabiskan banyak perawatan wajah yang lain baru memesan kembali.

Kalau sudah kehabisan masker lebih mudah memang menggantinya dengan bahan alami yang ada di dapur. Contohnya nih putih telur. Kebetulan suami suka dibuatkan kopi spesial pake kuning telur. Jadi bagian putihnya saya tampung dan saya masukkan dalam kulkas. Kalau sudah terkumpul lumayan banyak barulah saya akan mengocoknya sampai berbusa dan menjadikannya masker. Masker putih telur memang gampang dibuat.

Satu dua bagian telur sudah lebih dari cukup untuk membuat masker yang bisa digunakan beberapa kali. Putih telurnya simpan di dalam kulkas biar lebih awet. Menggunakannya juga gampang, tinggal oleskan di wajah yang sudah dibersihkan. Biarkan 10-15 menit hingga putih telurnya mengering. Kemudian bersihkan dengan air hangat. Lalu jangan lupa menggunakan batu es sesudahnya. Batu esnya digosokkan ke wajah yang sudah bersih. Selamat menggunakan masker putih telur.


Mau tahu manfaatnya? Nanti saya jelaskan di postingan berikutnya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan