21 Desember 2013

Mattak di Kampong


Honeylizious.comMattak di kampong sebenarnya adalah bahasa daerah di kampung saya. Di Jawai yang menggunakan bahasa Melayu Sambas. Mattak di kampong dapat diartikan sebagai berdiam diri di kampung. Alias nganggur saja di desa. Tidak punya pekerjaan dan bisa juga dikatakan luntang-lantung tak jelas.

Mattak sendiri jika diartikan secara terpisah adalah kata yang sering digunakan untuk anak-anak yang suka main di lumpur dan tak bergerak. Itu mattak. Atau kadang ada anak gadis yang tidak keluar-keluar dari rumah akan disebut sedang mattak di rumah. Jadi tidak melakukan apa-apa di suatu tempat memang identik dengan mattak.

Paling sering sih sebenarnya mendengar orang yang menyebut dirinya mattak di kampong ketika tak keluar dari desa untuk bekerja. Banyak sih dulunya orang bujangan yang ada di desa dan bertahun-tahun tak bekerja setelah membawa banyak uang dari Malaysia. Di Jawai memang banyak laki-laki yang memutuskan untuk menjadi TKI. Sebab banyak pekerjaan di Malaysia yang bisa mereka lakukan tanpa bekal ijazah pendidikan yang tinggi. Beda dengan di Indonesia.

Walaupun pilihan pekerjaannya ujung-ujungnya adalah buruh kasar di perkebunan atau bisa jadi asisten rumah tangga buat TKW-nya. Banyak juga perempuan desa yang enggan mattak di kampong lalu nembak bikin paspor. Berangkatlah ke negeri jiran. Maklum nilai ringgit yang lebih tinggi dibandingkan rupiah memang lebih menjanjikan dibandingkan mendapatkan penghasilan dalam bentuk rupiah. Apalagi mereka tidak mengenyam pendidikan yang tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di negera sendiri.

Banyak tuh dulunya teman-teman sekolah dasar saya yang mengikuti orang tuanya bekerja di Malaysia. Padahal mereka anak-anak di bawah umur yang seharusnya sekolah dan bermain. Ujung-ujungnya mereka menikah dan membina keluarga pulang dari Malaysia. Modalnya ya uang yang mereka dapatkan di negeri tetangga sana.

Bagaimana? Tertarik untuk mattak di kampong atau sebaliknya? Pilihan masing-masing inginnya seperti apa. Setiap keputusan ada baik dan buruknya. Siap dengan risikonya? Hadapi saja :)


Sebab mattak di kampong juga pilihan. Bisa jadi dengan mattak di kampong ada hal baik yang bisa kita lakukan untuk desa kita atau kita malah menenggelamkan diri kita sendiri di sana.

@honeylizious

Followers