25 Desember 2013

Matang Suri (Matang Terap)


Honeylizious.com – Desa Matang Terap atau yang lebih sering disebut orang Matang Suri khusus untuk lokasi yang berada di pasar. Kalau Matang yang lebih jauh dari pasar baru disebut Matang Terap. Padahal di papan toko jelas tertulis nama desanya sebagai Desa Matang Terap. Tapi tetap saja disebut sebagai Matang Suri.

Di Pasar Matang Suri yang paling dominan memang orang Tionghoa yang membuka toko. Hampir semua toko milik orang Tionghoa. Termasuk di pasar sayur. Apalagi pasar daging babi. Semuanya pasti orang Tionghoa. Di Matang Suri memang ada pasar khusus menjual daging babi. Berbeda dengan desa yang lain. Kebanyakan pedagang yang menjual daging babi adalah pedagang keliling dari desa ke desa, bukan yang membuka lapak seperti yang di Matang Suri.

Setiap hari lapak daging babi ini selalu buka. Jarang sekali tutup. Setiap harinya mereka memotong satu sampai dua ekor babi. Bahkan lebih. Soal harga karena tak pernah membelinya saya kurang tahu. Banyak orang Tionghoa yang datang ke pasar ini untuk membeli daging babi yang bisa dijadikan lauk atau dibuat minyak babi. Yap! Pembuatan minyak babi adalah dengan mengambil lemak pada daging babi yang saat dipanaskan akan berubah menjadi minyak.

Di Matang Suri ini pemilik ruko yang berada di pinggir jalan negara hampir semuanya Tionghoa kecuali rumah kami. Sebab orang tua saya membeli ruko milik seorang Tionghoa dan hingga sekarang menempatinya. Bangunannya juga masih tak banyak berubah. Masih terlihat seperti ruko orang Tionghoa pada umumnya. Rumah kami usianya sudah 42 tahun, 2014 nanti. Berdiri sejak tahun 1961. Bahkan lebih tua dari ibu saya.

Di rumah ini saya belajar paling banyak mengenai bahasa Tionghoa karena banyak anak tetangga yang seumuran dengan saya yang kurang lancar bahasa melayu dan bahasa Indonesianya. Sehingga mau tak mau kami berkomunikasi dalam bahasa Tionghoa. Di Jawai, mayoritas menggunakan bahasa khek.


Jika ada waktu, teman-teman mampir dong ke sini. Ke Matang Suri.

@honeylizious

Followers