Langsung ke konten utama

Masih Bicara Soal Utang Piutang

Honeylizious.com - Sebenarnya postingan sebelumnya yang membicarakan soal piutang akan menghasilkan tulisan yang panjang lebar jika saya mengetik menggunakan PC. Karena waktu itu menulis menggunakan ponsel jadinya ya tentu saja, saya malas menulis lebih panjang lagi. Jemari saya kaku menuliskan postingan menggunakan keyboard layar usap seperti itu. Padahal banyak hal yang bisa saya tuliskan. Sekarang karena saya singgah ke warnet dekat rumah saya bisa menuliskan lebih panjang, lebih banyak, dan lebih cepat.

Hehehe...

Kalau bicara soal piutang memang tak akan ada habisnya. Sampai-sampai tulisan saya itu banyak yang baca dalam hitungan jam. Entah apakah memang banyak orang yang mengalami hal yang sama seperti saya atau merasa dirinya sedang disindir oleh tulisan tersebut karena masih punya hutang dengan saya. Ah terserah persepsi orang saja mau menilai. Saya hanya menuliskan apa yang menjadi ide di dalam kepala saya. Walaupun harus saya akui saya memang memiliki beberapa orang di dunia ini yang belum juga melunasi utangnya kepada saya. Padahal saya sudah menunjukkan bahwa saya butuh uang untuk modal usaha berikutnya. Setidaknya saya ingin menyimpan uang yang menjadi hutang mereka tersebut di rekening bank saya.

Saya suka berpikir, kok mereka bisa hidup tenang ya dengan hutangnya yang ada pada orang lain? Apakah setiap malam tak pernah terlintas di kepalanya mengenai hutang-hutang yang ada itu atau memang sudha terlalu terbiasa tak membayar hutangnya. Jadinya tak ada rasa apa-apa ketika ada hutang baru yang tak dilunasi. Entah, setiap orang memang cara yang berbeda. Namun saya selalu diajari oleh ibu saya untuk tidak berutang pada orang lain kecuali sangat mendesak. Apalagi kalau pada akhirnya kita berat atau tak mampu untuk membayarnya.

Sampai-sampai saya pernah menagih orang yang berutang pada saya untuk membayar hutangnya di dunia dibandingkan harus membayar di akhirat. Kemudian orang tersebut beberapa kemudian setelah saya tagih benar-benar meninggal dunia. Hutang yang dibawa ke alam akhirat bukankah lebih mahal pembayarannya?

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan