Langsung ke konten utama

Liburan ke Jawai

Honeylizious.com - Akhirnya saya menghabiskan malam tadi di Jawai bersama suami. Hujan terus turun. Cuaca Jawai yang biasanya tak begitu dingin sekarang membekukan malam hari kami. Selimut yang biasanya tidak saya hiraukan sekarang menjadi sesuatu yang penting. Bahkan ada kelambu untuk mengusir nyamuk yang datang. Sebab kalau hujan begini biasanya memang banyak nyamuk yang lahir dan mereka butuh darah untuk kelangsungan kehidupan anak-anak mereka yang juga akan segera lahir. Kerinduan kampung halaman yang selama ini saya rasakan akhirnya terobati juga. Sebab saya bisa bebas berjalan-jalan ke rumah teman-teman lama yang dulunya memang selalu menjadi tempat saya singgah sebelum akhirnya saya ke Pontianak untuk kuliah.

Hujan yang turun terus membuat saya bingung apakah saya nantinya akan bisa membawa suami ke Pantai Jawai. Pantai yang terkenal keindahannya. Berbeda dengan Pantai Dungun, walaupun pantai di Dungun Laut bisa didatangi dengan mudah sebab jalannya yang lebih baik dibandingkan jalan menuju Pantai Jawai. Dulu saya ingat sekali dengan Pantai Jawai ini, sebab saya sering menghabiskan masa kecil di Pantai Jawai ini. Bermain ombak dan mengumpulkan 'congkak'.

Congkak itu yang biasanya dijadikan biji untuk bermain gadong. Permainan yang sering saya mainkan bersama saudara saya di rumah. Masa-masa kecil yang penuh dengan kekurangan materi tapi entah mengapa ada bagian yang tak bisa digantikan dengan keberadaan uang. Ada hal-hal yang ingin diulang tapi tak mungkin bisa diwujudkan dalam kenyataan. Sesekali liburan ke Jawai begini kadang membuat sedih juga. Kalau tak memikirkan tentang impian saya sejak dulu yang lebih bisa diwujudkan di Pontianak ingin rasanya saya kembali ke kecamatan ini dan memulai kehidupan saya sebagai seorang istri di sini saja.

Sekarang Jawai hanya menjadi tempat persinggahan untuk liburan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…