17 Desember 2013

Lempok dan Tempoyak


Honeylizious.com – Pedagang durian yang sedang menjamur akhir-akhir ini karena durian sedang musim. Musim banjir durian. Beberapa lokasi yang biasa sepi dari pedagang sekarang sesak oleh pedagang durian. Apalagi di tempat-tempat yang memang sudah lama dijadikan tempat mangkal mereka. Tetapi tentu saja pedagang durian harus berhadapan dengan berbagi risiko selama berdagang.

Jika dagangannya masih banyak yang tersisa atau banyak yang tak laku mereka mau tidak mau harus mengupas durian yang tak laku tersebut sebelum berubah menjadi tidak enak atau malah membusuk. Selain itu durian yang sudah lama akan mulai pecah kulitnya dan ini bisa membuat daging durian di dalamnya berubah rasanya.

Kalau sudah seperti itu mau tak mau daging durian yang dibuka itu akan diubah menjadi panganan khas Kalimantan Barat. Yaitu lempok atau tempoyak.

Lempok adalah dodol yang terbuat dari durian. Mirip dengan dodol yang lainnya. Perbedaannya adalah bahan utama yang digunakan untuk membuatnya. Sedangkan tempoyak sendiri adalah fermentasi daging durian yang bisa dijadikan masakan untuk teman makan nasi. Biasanya ditambahkan udang dan cabai untuk memperkaya rasa tempoyak sendiri. Ada juga tambahan bumbu lainnya seperti bawang dan garam. Namun ada pula yang menggunakan tempoyak sebagai bumbu utama pepes atau gulai ikan.


Sekarang tentunya harga tempoyak sangat miring karena durian sedang banjirnya. Kalau ingin mendapatkan tempoyak yang asli tanpa tambahan karbohidrat lain seperti ubi (kadang karena mahalnya durian ada orang yang menggunakan bahan tambahan untuk membuat tempoyaknya lebih banyak) kita bisa membelinya langsung di lapak tempat orang menjual buah durian.

@honeylizious

Followers