23 Desember 2013

Jelu Air


Honeylizious.com – Jelu dalam bahasa Sambas sebenarnya dilafalkan 'Jallu'. Berbeda dengan bahasa daerah hulu yang bermakna 'babi' di daerah Sambas 'Jallu' artinya 'buaya'. Jadi 'Jelu Air' adalah buaya air dalam bahasa Indonesia. Namun jangan salah. Saya tidak sedang membicarakan yang namanya buaya air di Jawai. Melainkan sebuah desa yang tak begitu jauh dari rumah orang tua saya. Saya selalu melewati desa ini jika pulang kampung dan menyeberang melalui Pemangkat.

Namanya memang Jelu Air. Terlepas dari pernah tidaknya dulu di sini hidup buaya tapi memang nama desanya sejak saya lahir sudah seperti itu. Di sini pemandangannya penuh dengan kehijauan. Masih banyak pohon yang rindang di sana-sini. Namun untuk kendaraan umum antara hidup segan mati tak mau.

Tak banyak lagi orang yang menumpang kendaraan umum sehingga menyebabkan banyak kendaraan umum berhenti beroperasi dan akhirnya membuat biaya naik kendaraan umum naik sedemikian tingginya. Berbeda dengan belasan tahun sebelumnya. Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kendaraan umum masih banyak dijumpai dan sering sesak oleh penumpang yang kadang mau tak mau berdiri bergelantungan atau duduk di atap kendaraan umum tersebut.

Setiap ada motor air yang merapat supir dan kondektur bus akan semangat menghampiri. Itu dulu. Waktu tak banyak orang yang punya sepeda motor. Ojek pun tak sesukses dulu. Kalau waktu dulu banyak tukang ojek yang bisa mendulang rezeki. Sekarang kebanyakan orang lebih memilih untuk naik kendaraan sendiri. Hampir setiap rumah punya sepeda motor.


Sebab mudah mengambil kredit yang bisa dibayar cicilan bulanan. Uang muka juga tak begitu tinggi. Jadi sekarang Jelu Air tak sering dilintasi oleh kendaraan umu. Kalau beruntung pas musim mudik saja banyak kendaraan umum yang mengadu nasib di Jelu Air dan berharap mendapatkan banyak penumpang yang datang dari negeri tetangga.

@honeylizious

Followers