15 Desember 2013

Janji (9)


Berhari-hari aku menanti. Rasanya sudah ribuan kali aku menatap layar ponselku hanya untuk menemukan pesan darimu yang masih saja bertema yang sama. Nihil. Kamu tak mempertanyakan mengapa aku memutuskan menikah secepat itu. Tak pula ada kata yang membahas tentang janji kita.

Apakah kamu pernah memikirkanku? Benarkah tak ada bayangan wajahku yang melintas di benakmu? Aku tak bisa menanyakannya langsung. Tentu itu rasanya tak sopan mendesakmu hingga ke sudut seperti itu. Kamu tak bisa menjawab dengan jujur jika sebenarnya jawaban yang kamu miliki akan mengecewakanku.

Kemudian hari itu tiba. Hari di mana jariku kemudian dilingkari cincin emas yang menjadi mas kawin di pernikahanku dengannya. Dia yang menerimaku dengan suka cita. Melihat matanya yang menatapku juga membuatku luluh. Tak bisa kutolak cinta yang kemudian memutik di dalam hatiku untuknya. Aku mengingkari janji pertemuan kita.


Memang aku mengingkarinya dan kamu juga tetap tak membuat kepastian mengenainya. Apakah aku salah melakukannya? Hingga hari ini aku tak tahu jawabannya. Sebab aku tak tahu apa yang terbaik untukmu.

@honeylizious

Followers