Langsung ke konten utama

Janji (8)


Masihkah kamu ingat hangatnya pelukanmu malam itu. Jemarimu bersentuhan dengan jemariku. Membuatku percaya mengenai cinta. Satu hal yang rasanya sudah kulupakan bagaimana rasanya. Sebab banyak kecewa yang mendera. Aku tak yakin ada bahagia di dalamnya. Luka terus merajam hatiku yang sudah remuk.

Kamu tak pernah mengatakan aku cantik. Tak ada pujian sama sekali seingatku. Tetapi tatapan matamu. Membuatku luluh. Lumer seperti es krim di padang pasir. Kubiarkan diriku mengalir ke bahumu. Menikmati semuanya tanpa suara. Aku yakin kamu tak tidur malam itu. Aku pasti mendengkur sedemikian kerasnya. Bahkan aku yakin gigiku gemerutuk. Kebiasaan saat tidur yang tak aku sadari.

Semalaman itu tak terjadi apa-apa. Aku terus berada di dalam dekapanmu yang hangat. Aku memang datang untuk bercerita. Bukan menginginkan dirimu seutuhnya. Kita belum menikah. Tak ada pikiran bahwa kita akan menunjukkan perasaan kita dengan cara yang berbeda.

Apa yang sudah terjadi jangan disesali.”


Aku selalu mengingat ucapanmu. Setiap kali aku melakukan kesalahan aku berusaha untuk tidak menyesal tetapi mengambil pelajaran dan mencoba untuk tidak mengulanginya lagi. Untuk apa menyesal? Toh sudah terjadi. Itu katamu. Lalu bagaimana dengan janji kita? Apakah kamu menyesal tak memenuhinya sebelum dia datang memintaku untuk menikah dengannya?

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan