15 Desember 2013

Janji (6)


Barangkali memang benar adanya janji dibuat untuk diingkari. Sebab kamu tak memberikan kepastian yang membuatku yakin untuk menunggu. Janji sudah tiba masanya untuk dikotakkan tetapi kamu terlihat biasa saja di sana. Tak ada tanda-tanda memintaku untuk datang ke titik batas negara kita. Aku memang bukan perempuan yang cukup berani untuk mendatangi negeri orang dengan modal jiwa raga ini sendiri.

Namun aku cukup nekad dan selalu ingin mengotakkan janji yang sudah dibuat. Sudah minggu ketiga Syawal. Kamu tak menghubungi juga. Bagaimana caranya agar janji itu terselesaikan? Sementara kamu sendiri tak menunjukkan akan terbang ke tempat pertemuan kita. Aku ragu untuk nekad mendatangimu.

Aku hanya perempuan.

Kemudian dia datang. Dia yang tiba-tiba membuatku lupa sejenak tentangmu. Dia yang membuatku tertawa. Sesekali dia membuatku mendengarkan ceritanya. Dia juga mendengarkan ceritaku dengan seksama. Sama sepertimu waktu itu yang setia mendengarkan ceritaku yang entah apa saja yang telah kukeluarkan untukmu.


Dia sama sepertiku. Tersia-siakan oleh cinta. Hidup dengan harapan menemukan cinta yang lain suatu hari nanti.

@honeylizious

Followers