11 Desember 2013

Janji (4)


Aku perempuan. Sekali lagi aku ingin mengatakan padamu bahwa aku hanya seorang perempuan. Aku butuh seseorang yang benar-benar memiliki ikatan denganku. Aku tak bisa hanya menunggu sementara usia semakin menjulang. Aku bukan lagi abege labil yang mengatakan bahwa cinta adalah segalanya. Bukan berarti aku lantas tak mencintaimu dengan semua keputusan yang aku buat.

Cinta tak akan membiarkan kekasihnya menunggu dalam ketidakpastian.

Kita akan bertemu kan?”

Ingin kutanyakan seperti itu padamu. Habis lebaran. Janjinya kita akan bertemu ketika bulan Syawal tiba. Entah pertengahan entah penghujung. Aku tak bisa memastikan. Sebab aku tak berniat memastikannya denganmu. Banyak hal yang akhirnya membuat aku harus berpikir ulang mengenai semua janji kita.

Jika kita bertemu pada akhirnya lantas apa? Apakah kemudian kita akan menikah lalu bahagia selamanya? Mengurus administrasi di negaraku buka hal yang mudah jika memang kita akan menjadi sepasang suami istri lintas negara. Belum lagi banyak hal yang rasanya berat untuk aku tinggalkan di sini. Di sini aku hidup dan mengalami banyak hal. Tak bisa kutinggalkan begitu saja. Aku tak ingin.


Bagaimana jika itu demi kamu dan janji kita? Aku bingung.

@honeylizious

Followers