11 Desember 2013

Janji (2)


Rinai hujan menunjukkan padaku bahwa Bumi Khatulistiwa ini pun bisa menjadi dingin dan membekukan tulang. Berkali-kali aku hanya bisa membuka lini masa twittermu. Membaca semua kicauan yang kamu tulis. Berharap kamu menyapaku lebih dulu. Berharap kamu mengucapkan selamat pagi padaku. Walaupun aku tahu itu tak mungkin kamu lakukan. Kamu berbeda. Sangat berbeda. Itu yang membuatku tergila-gila.

Kamu itu dimensi laki-laki yang tak pernah aku temui sebelumnya. Biasanya aku bertemu dengan laki-laki yang akan mengejarku habis-habisan atau meninggalkanku begitu saja. Kamu memang meninggalkanku tapi dengan sisa harapan yang membuatku menunggu.

Hari ini hari ulang tahunku. Dari pagi aku berharap akan ada kata selamat ulang tahun darimu. Meskipun dalam bahasamu pasti kamu akan mengatakan 'selamat hari jadi'. Semua orang, seisi lini masa tak henti-hentinya memberikan ucapan padaku. Sedangkan kamu berkicau tanpa menyadari kehadiranku.

Aku ragu dengan perasaanmu. Tapi aku yakin dengan perasaanku sendiri. Bahwa aku memang jatuh cinta padamu. Jatuh cinta sejak pertama kali aku makan satu meja denganmu waktu itu. Entah sekarang kamu mengingatnya atau tidak.

Selamat hari jadi.”

Kamu tahu, aku mengguncang dinding kamarku hari itu. Memeluk tembok dan berharap bisa berbicara dengan pintu dan mengatakan betapa bahagianya aku waktu itu. Waktu kamu mengingatnya akhirnya. Sudah hampir lewat waktunya tapi kamu mengingatnya dan menjadi orang yang terakhir mengucapkannya hari itu.


Lalu kita membuat janji untuk bertemu.

@honeylizious

Followers