Langsung ke konten utama

Jangan Menyesal


Honeylizious.com – Selama ini kita selalu mengingat pepatah yang mengatakan bahwa yang namanya penyesalan selalu datang di belakang. Mau sekuat apa pun seseorang, akan selalu ada bagian dirinya yang menyesali sesuatu hal yang dia lakukan. Keputusan-keputusan yang dia ambil yang barangkali berakibat buruk atau fatal. Bukan hanya bagi dirinya. Tapi juga buat orang lain mungkin.

Menyesali sesuatu sebenarnya sah-sah saja kalau kita menjadikannya sebuah pembelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bahwa kita tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali. Namun kadang penyesalan terlalu menenggelamkan kita. Banyak hal baik yang terkadang kita lewatkan hanya karena larut di dalam penyesalan yang sudah lewat di belakang kita. Tak bisa pindah dari penyesalan tersebut dan melanjutkan hidup.

Seorang teman pernah mengatakan pada saya bahwa yang sudah terjadi ya terjadi, jangan disesali. Barangkali lebih tepatnya kalimatnya maksudnya adalah saat kita mengalami hal yang buruk jangan disesali karena mengalaminya. Namun jadikanlah hal tersebut pengalaman bagi kita di dunia ini, sebab terkadang dari hal buruk itu kita bisa mengambil banyak sekali pengalaman. Bisa jadi tanpa pengalaman buruk tersebut kamu tidak akan menjadi dirimu yang sekarang. Begitu juga saya.


Lalu saat mengalami hal yang baik jadikan itu tempat untuk mensyukuri semua hal yang diberikan oleh Tuhan di dalam kehidupan kita. Jangan menyesal karena mengalami hal yang buruk dan melakukan keputusan yang buruk. Tapi menyesalkan karena tak bisa menjadikan pengalaman buruk tersebut sebagai tempat untuk belajar tentang kehidupan di dunia ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan