Langsung ke konten utama

Jadilah Penulis yang Hebat atau Penulis yang Berbeda


Honeylizious.com – Barangkali setiap pembaca yang mampir ke blog ini akan merasakan hal yang sama. Bahwa apa yang saya tuliskan adalah hal yang biasa. Hal sehari-hari yang teman-teman juga bisa mengalaminya. Bahkan cara menulis saya juga tidak seperti kebanyakan penulis lain yang bisa menghasilkan rangkaian kata dengan indahnya. Penuh dengan kalimat pekat yang akan membuat teman-teman terkagum-kagum.

Saya sudah pasti bukan penulis semacam itu. Sebab saya menulis hanya dengan harapan orang bisa menikmatinya. Siapa saja, bukan hanya anak-anak sastra atau orang yang sudah terbiasa dengan bahasa yang gelap dan pekat. Bahasa saya cair. Saya suka menyebutnya demikian. Karena saya yakin anak SMP yang baca tulisan ini juga akan paham dengan informasi yang ingin saya sampaikan.

Saya tak punya kosakata dan diksi yang mendayu-dayu. Hanya seorang penulis biasa yang suka menulis. Tetapi alih-alih menjadi seorang penulis yang hebat saya lebih suka menjadi seorang penulis yang berbeda. Misalnya dengan menghadirkan tulisan di blog ini setiap hari. Kebanyakan orang barangkali lebih memilih menulis sedikit dengan mengatakan 'saya lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas'. Ada pula yang mengatakan lebih baik menulis sebulan sekali dengan mengendapkan idenya lebih lama di kepala. Membuat revisi berulang-ulang barulah memostingnya di blog.

Kalau melihat dari jumlah postingan di blog ini dalam waktu kurang dari tiga tahun teman-teman sudah pasti bisa menebak saya bukan penulis yang seperti itu. Menjadi penulis yang hebat memang impian semua orang. Walaupun kita sendiri tak tahu dengan pasti ukuran hebat itu sebenarnya seperti apa. Dibandingkan bingung mendefinisikan yang namanya hebat saya lebih memilih menjadi penulis yang berbeda.


Menjadi blogger yang berbeda dengan blogger lainnya. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan