Langsung ke konten utama

Holland Pie Asli Bangka di Pontianak (2)


Honeylizious.com – Balik lagi ke pembahasan Holland Pie yang sebenarnya 'Apam Pulau Pinang' versi Bangka. Tulisan di warungnya sih memang asli Bangka. Dan memang berbeda dengan Apam Pulau Pinang yang biasa saya temukan. Ukuran tidak nanggung-nanggung. Jumbo banget. Satu kotak penuh sama Holland Pie-nya. Sebenarnya dari dulu agak ngeri mau singgah. Banyak yang bilang, itu Apam Pulau Pinang versi mahal.

Bukan nggak mampu beli, cuman ya itu, kadang suka sayang kalau kemahalan beli makanan. Seharusnya bisa beli makanan lain yang jauh lebih enak dengan harga lebih miring malah dihabiskan buat beli makanan yang mahal dan ternyata rasanya biasa aja. Namun kita tak akan pernah tahu kalau belum mencoba bukan? Makanya memutuskan buat mencoba Holland Pie ini. Padahal sudah 8 tahun di Pontianak tercinta. Tapi belum pernah sekalipun makan Apam Pulau Pinang mahal ini.

Ternyata beneran loh, emang mahal. Hahahaha...

Begitu kita minggirin kendaraan ke dekat warungnya yang terletak tak begitu jauh dari Warung Kopi Winny Gajahmada yang berhadapan dengan Hotel Orchard, kita akan disambut oleh seseorang dengan menu di tangannya. Tak ada harga di bawah 10.000IDR. Bahkan untuk pilihan Holland Pie yang garing dan tipis itu. Paling murah 14.000IDR. Karena saya lebih suka Apam Pulau Pinang yang lembut dan gendut. Saya pilih yang normal saja.

Untuk Holland Pie biasa, harga paling murah tak ada yang di bawah 20.000. Seingat saya harganya berkisar antara 29.000IDR-34.000IDR. Harga yang cukup mahal untuk Apam Pulau Pinang bukan? Kayaknya ini martabak manis paling mahal di Pontianak. Tak ada yang ngalahin deh soal harga. Bagaimana dengan rasa?

Kami memesan Holland Pie biasa campur keju. Jadi isiannya ada kacang, gula, wijen, dan keju. Seingat saya sih itu isinya. Enak sih. Tapi nggak juga 'wow' banget. Buat penyuka martabak manis, ini bisa jadi pilihan. Cuman sayangnya isiannya terlalu tipis untuk harga 33.000IDR. Padahal saya bisa dapat harga yang lebih murah dan isi lebih banyak di gerobak martabak manis biasa.


Buat yang penasaran dengan rasanya barangkali pesan Holland Pie yang spesial aja. Siapa tahu isiannya lebih tebal dan jadinya lebih maknyus.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan