Langsung ke konten utama

Hadiah Menulis


Honeylizious.com – Inilah kadang yang kita lupakan saat kita sendiri latihan menulis. Masih ingat tidak dengan orang tua kita. Ketika kita belajar mereka dengan perhatiannya memberikan camilan yang kita inginkan. Biasanya ada orang tua yang suka begitu. Setidaknya menyiapkan minuman favorit kita tanpa diminta. Padahal kalau sedang tak belajar sudah meminta pun belum tentu dibelikan camilan atau dibuatkan minuman.

Sekarang saat sudah besar dan dewasa tentunya kita tidak bisa berharap ada hadiah lagi dari orang tua kita ketika kita 'belajar'. Dalam hal ini adalah belajar menulis. Tapi bukan berarti kita tak bisa mendapatkan hadiah lagi. Coba deh biar semangat kita siapkan hadiah untuk diri kita sendiri. Kalau saya sendiri sih dengan senang hati menyiapkan sejumlah uang yang bisa digunakan untuk belanja kerudung baru yang lebih syar'i dan tidak menerawang seperti banyak jilbab paris yang saya miliki.

Menambah semangat itu perlu supaya kita tidak kehilangan pegangan untuk menulis. Sering menulis bukan berarti selamanya kita akan seperti itu. Semangat turun atau kondisi tubuh yang kelelahan bisa membuat kita sendiri tak bisa latihan menulis. Padahal kita sendiri sudah meluangkan waktu, bahkan membuat target dan jadwal. Tak ada salahnya kita sendiri yang menyiapkan hadiah supaya lebih semangat lagi.

Sebab hadiah itu memang perlu sebagai penghargaan untuk diri sendiri yang sudah melakukan sesuatu yang dengan susah payah bisa kita selesaikan. Dengan adanya hadiah usaha keras kita rasanya berbuah hasil. Makanya kadang kita bisa giat menulis buat lomba karena tergiur dengan hadiahnya.

Sudah menyiapkan hadiah apa nih dipenghujung tahun sebagai hadiah buat diri sendiri yang sudah bekerja keras setiap hari sepanjang tahun 2013 untuk menulis lebih banyak. Latihan lebih rutin. Ikut banyak lomba. Menyelesaikan karya yang tertunda. Kalau belum menyiapkan apa-apa, yuk kita siapkan sesuatu. Supaya nantinya kita bisa menambah energi saat latihan menulis berikutnya karena ada hadiah yang sedang menunggu kita.


Saya sedang memikirkan hadiah menulis berikutnya nih untuk diri sendiri. Supaya semakin kuat lagi genjotan semangatnya yang sempat turun akhir-akhir ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan