Langsung ke konten utama

Galaxy Express (Bagian 10)


Rita berdiri di luar toko. Celemeknya belum dia kenakan. Wajahnya keruh. Aku yang sedang menangis menghapus air mataku. Berusaha menyembunyikan air mataku sendiri. Dia yang tadinya menatapku dingin sekarang menarik tanganku dan memelukku erat.

Kamu kenapa, Sofia?”

Sisca...” hanya nama itu yang bisa aku sebut tanpa bisa aku jelaskan lebih banyak pada Rita.

Ya sudah kita hari ini libur saja. Kita habiskan waktu di luar buat bersenang-senang.”

Aku mengaduk es jeruk yang berdiri di depanku. Tinggal setengah dan es batu di dalamnya sudah mulai mencair. Agak tawar sekarang rasanya. Sedang gelas minum Rita sudah habis sejak tadi.

Dia mengatakan padaku dia menyukai orang lain.”

Orang lain?”

Aku berusaha menunjukkan wajah terkejut walaupun sebenarnya aku sudah menebak hari ini akan benar-benar datang. Saat Rita akan mengetahui semuanya sedang aku belum siap untuk menjelaskannya.

Kamu tak ingin mengatakannya dengan jujur padaku, Sofi?”

Rita membuat segalanya jadi serba salah. Dia menunjukkan wajahnya yang manis itu dan menanyakan pertanyaan yang tak pernah aku sangka akan datang secepat ini.

Iya, dia memang mengatakan tentang perasaannya padaku. Dia bilang dia mencintaiku.”

Aku mengakuinya dengan rasa bersalah. Harusnya aku memang mengatakannya sejak awal. Sebelum Rita menyatakan perasaannya pada laki-laki itu.

Selama ini kita selalu membagi semuanya berdua. Tak pernah ada rahasia di antara kita Sofia. Sekarang aku bingung apakah aku harus tetap percaya padamu atau lebih baik kita tak usah bertemu lagi?”

Persahabatan kita adalah segalanya buatku Rita, makanya aku tak mengatakannya padamu. Toh aku tak berniat mengambil Renno darimu.”

Dia bukan milikku, Sofia. Siapa pun boleh mencintainya.”


Rita bangkit setelah meninggalkan beberapa lembar uang di meja. Aku juga tertinggal di sini. Bingung harus ke mana.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan