23 Desember 2013

Dungun Laut


Honeylizious.com – Dungun Laut dulunya menjadi tempat yang setiap hari saya datangi. Usia saya waktu itu 12 tahun. Saat saya pertama kali terdaftar di SMP Negeri 1 Dungun Laut, Jawai. Kalimantan Barat. Walaupun sama-sama di Kalimantan Barat. Jarak Pontianak ke Jawai tentunya ratusan kilo meter. Belum lagi harus naik motor air untuk menyeberangi laut.

Dungun Laut mengingatkan saya pada uang jajan 1.000 perak yang saya dapatkan setiap hari. Waktu itu harga satu mangkuk nasi masih 500 perak. Jadi saya bisa makan dua mangkuk nasi dengan mie kuning goreng di atasnya dengan beberapa potong kacang panjang dan ikan teri goreng berserta kacang tanah. Biasanya saya akan menambahkan kuah sop supaya lebih nikmat. Kalau sudah berkuah seperti itu kami, saya dan teman-teman satu kelas, akan memasukkan kecap dan cabai supaya kuahnya tidak bening dan pedas.

Ah saya rindu sekali dengan semangkuk nasi dengan mie kuning di atasnya itu. Entah sekarang masih ada atau sudah tak ada lagi makanan tersebut di kantin sekolah sana. Berharap saya bisa mampir ke sekolah saya dan menikmati sajian makanan di sana. Mengenang kembali masa lalu saya saat masih sekolah. Waktu itu saya bahkan belum datang bulan. Payudara pun baru tumbuh sedikit.

Belum menggunakan deodoran apalagi produk perawatan wajah. Tak tahu sama sekali mengenai hal itu. Dungun Laut. SMP N1 Dungun Laut masih berdiri di sana. Dengan pagar yang tertutup rapat. Berbeda dengan dulu. Kami masih bebas berkeliaran di luar lingkungan sekolah dan jajan di kantin seberang jalan. Sekarang semua kantin sudah masuk ke dalam lingkungan sekolah. Mungkin untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi pada siswanya.


Entah siapa sekarang kepala sekolahnya. Ada yang tahu?

@honeylizious

Followers