18 Desember 2013

Cerpen Atau Novel?


Honeylizious.com – Sejak dulu saya memang lebih suka menulis cerita yang lebih panjang. Lebih banyak konflik. Tentu saja dengan lebih banyak tokoh di dalamnya. Rasanya menulis novel itu bebas. Namun beberapa hari yang lalu, saat seorang dosen membaca cerpen 'Anak Dare Tue' yang sukses Juara 1 Tulis Nusantara 2013, ternyata dia punya saran yang berbeda mengenai apa yang harus saya tulis.

Terlepas dari lomba yang akan saya ikuti awal tahun depan, lomba menulis novel, beliau menyarankan saya menulis cerpen lebih banyak lagi. Sebagai latihan katanya. Sebab menulis novel butuh lebih banyak konflik yang membuat orang tidak bosan membacanya. Cerpen bisa mengasah kemampuan menulis saya supaya lebih fokus untuk menyelesaikan novel, itu masih pendapat beliau.

Padahal selama ini saya selalu kesulitan untuk membuat satu konflik di dalam cerpen dan membuatnya menjadi satu cerita yang 'menggigit'. Yup! Cerpen lebih pendek dan sempit. Kita tak bisa 'bebas' bergerak di dalamnya. Kalau memaksakan untuk menulis lebih panjang bisa-bisa kita akan membuat novelet. Novel mini yang ukurannya lebih panjang dari cerpen tetapi lebih pendek dari novel.


Dibandingkan mengikuti sarannya dan melupakan keinginan saya, saya pilih keduanya sekaligus. Ketika sedang ingin menulis cerpen saya akan menuliskan cerpen. Kalau banyak waktu luang dan ada lomba memang lebih baik menulis novel saja.

@honeylizious

Followers