25 Desember 2013

Bakau


Honeylizious.com – Tak banyak yang tahu saya lahir di sebuah desa kecil di Jawai. Kebanyakan orang berpikir bahwa Bakau yang tertera di KTP sekarang e-KTP saya adalah Bakau yang ada di Mempawah. Padahal itu sama sekali bukan Bakau yang dimaksud. Saya lahir di Bakau, sebuah desa yang ada di Jawai. Jaraknya dari rumah orang tua saya 10km.

Di rumah Uwan dan Aki yang sebelumnya tinggal di Parit Setia. Lalu beberapa tahun setelah tinggal di Parit Setia mereka memutuskan untuk pindah ke Bakau. Akhirnya di desa inilah kami, cucu-cucunya lahir ke dunia. Ada pula yang lahir di Sentebang, desa tetangga yang tak seberapa jauh dari rumah Uwan.

Kakak Sulung saya dan saya memang lahir di Bakau. Di rumah Uwan. Bidan dipanggil ke rumah untuk membantu proses persalinan. Saya sendiri dilahirkan tengah malam buta. Saat kedua bibi saya yang masih remaja ingin pergi menonton pertunjukan musik kampung namun batal. Sebab mereka diminta mengangkut air untuk membantu proses persalinan.


Bakau, tak akan pernah terlupakan nama desa tersebut. Sebab sampai saya meninggal nanti tetap akan abadi menjadi tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.

@honeylizious

Followers