24 Desember 2013

Bagai Mimpi


Honeylizious.com – Rasanya seperti mimpi bisa mendengar suara Fahd di dalam rumah. Sedang bermain PS sendirian. Melihat tubuh kurusnya yang tak tertutup pakaian karena sering sekali dia merasa kepanasan. Paling hanya mengenakan celana pendek di rumah. Melihat dia tertawa atau meminta makan siang dengan lauk sarden.

Bagai mimpi juga bisa menuliskan tentangnya kembali di blog ini setelah hampir dua tahu tak bertemu dengannya. Terakhir saat dia 'direbut' kakak sulung saya dan saya tidak diizinkan untuk bertemu lagi dengan orang tua saya. Memang harga yang sangat mahal untuk membayar ketenangan hidup dan aman dari gangguan kakak sulung seperti dia.

Tak bisa pulang kampung. Tak bisa ketemu adik dan orang tua. Hanya sendirian di Pontianak. Benar-benar bertahan hidup sendirian. Alhamdulillah selama dua tahun itu saya berhasil melewatinya. Mampu melangkah dengan kaki sendiri dan berdiri tegak tanpa bisa digoyahkan oleh ancaman orang yang selama ini saya panggil kakak.


Ancaman dan kekejaman yang saya terima sejak kecil sudah menjadi bagian kehidupan yang rasanya entah kapan akan berakhir. Saat semuanya sudah benar-benar berakhir dan saya memulai hidup saya baru, semuanya bagai mimpi. Saya pikir saya tetap akan abadi menjadi adik yang disiksa oleh kakaknya secara fisik dan jiwa. Saya kira tak akan ada yang bisa menyelamatkan saya. Hingga akhirnya saya menyelamatkan diri saya sendiri.

@honeylizious

Followers