19 November 2013

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (8) Jangan Lupa Bawa 10 Nyawa



Kalau memang ada rencana akan ke Kalimantan Barat, lalu mendatangi negara Malaysia atau Brunei melalui jalan darat yang terletak di wilayah timur Kalbar sebaiknya teman-teman membawa 10 nyawa untuk bekal di perjalanan. Mengapa saya katakan harus membawa 10 nyawa? Sepertinya gambar yang saya unggah di dalam postingan ini sudah cukup mewakili untuk menyatakan betapa hancurnya jalanan yang akan teman-teman lewati sebelum sampai di jalan mulusnya negara Malaysia atau Brunei.

Memalukan memang. Jalan negara kita yang tercinta ini masih hancur lebur seperti ini. Apalagi jalan ini adalah jalan internasional yang menghubungkan negara kita dengan dua negara lainnya. Jangankan berharap jalannya diperbaiki, jalan yang ini sama sekali terlihat seperti belum diaspal. Sebab tertimbun tanah sewaktu hujan turun. Tak terbayangkan bagaimana berbahayanya jalanan ini saat basah. Tapi jangan harap pula saat jalanan kering kita akan menjadi lebih baik. Sebab debunya ke mana-mana tak kalah bahaya buat pengendara.

Sekali lagi saya katakan bahwa ini jalan internasional yang menghubungkan negara Indonesia dengan Brunei dan Malaysia. Itu sebabnya saya bertanya-tanya, bagaimana kalau Kalimantan Barat jadi milik Malaysia saja. Kalau memang Indonesia tidak sanggup mengubah Kalimantan Barat menjadi lebih baik, mengapa harus terus dipertahankan? Kita tak perlu membandingkan jalanan ini dengan jalanan yang ada di seberang perbatasan. Begitu dekat. Tetapi begitu berbeda. Kita bandingkan saja dengan jalanan yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Ah kalau mengingat betapa dianaktirikannya Kalimantan Barat, sebagai warga Kalimantan Barat bingung juga apakah harus terus mencintai negara kita sendiri Indonesia atau berharap ada yang 'memungut dan mengadopsi' Kalimantan Barat. Menjadikannya 'anak asuh' di negara mereka. Kalimantan Barat tak butuh banyak. Hanya jalan. Jalan saja yang kami perlukan untuk kelangsungan provinsi kami di sini.

Kami tak meminta harga BBM diturunkan. Kami tak mengeluhkan harga BBM, bensin, yang bisa mencapai angka Rp12.000-Rp20.000/liternya di wilayah timur Kalimantan Barat. Bahkan masyarakat Kalimantan Barat yang kesulitan mendapatkan BBM rela BBM yang masuk wilayah mereka adalah BBM tanpa subsidi. Asalkan mereka tak sulit mendapatkannya seperti sekarang. Tapi jangankan mau mendapatkan BBM yang bersubsidi, minta BBM tanpa subsidi saja tak ada yang bisa mengirimkannya. Memang medan yang harus ditempuh untuk mendatangi wilayah timur Kalimantan Barat sangat berbahaya.


Pemerintah yang di atas sana. Apakah Kalimantan Barat memang bukan bagian dari Indonesia? Kalau memang bukan, lepaskan saja. Saya yakin masih banyak negara lain yang memiliki birokrasi yang tidak rumit mau membangun jalannya. Cukup jalannya saja.

@honeylizious

Followers