13 November 2013

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (5) Hujan Penuh Lumpur, Kering Penuh Debu


Jika mengendarai kendaraan roda dua akan terasa sekali bagaimana tidak nyamannya mengendarai sepeda motor di jalan wilayah timur saat panas. Saat jalanan kering. Tapi bukan berarti pula saya lebih memilih hujan dan jalanan yang menjadi basah. Sebab jalanan yang basah lain lagi ceritanya. Jalanan akan menjadi penuh lumpur. Kalau sudah penuh lumpur kuning dapat dipastikan jalanan akan menjadi lebih licin. Ban kendaraan akan gampang sekali terpeleset. Beberapa kali saat mengendarai kendaraan roda dua kami hampir saja jatuh dari sepeda motor karena ada jalanan yang basah dan berlumpur.

Jalan negara di wilayah timur Kalimantan Barat memang menjadi masalah yang rumit jika tak segera ditanggulangi. Masyarakat yang akan menjadi korbannya. Sampai kapan pemerintah akan membiarkan jalanan ini menganga seperti yang sekarang ini. Penuh lumpur saat hujan tiba. Menjadi penuh debu saat hari panas dan menyengat. Rasanya kalau menunggu pemerintah yang melakukan perubahan akan lama sekali kita baru bisa menikmati jalanan yang tak penuh bahaya.

Makanya dengan adanya Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau ini setidaknya bisa menjadi sebuah solusi yang bisa diambil masyarakat untuk membuat perubahan bagi kehidupan mereka sendiri. Menunggu dan berpangku tangan sajakah yang akan kita lakukan saat korban berjatuhan satu demi satu karena jalan raya wilayah timur Kalimantan Barat ini? Selama berada di dalam bus tadi pagi yang ada di dalam kepala saya hanyalah, jangan sampai bus terbalik dan kami tak dapat pulang. Sebab itu juga akan menjadi masalah buat kendaraan yang akan melewati jalan yang kami tumbangi.

Kalau sudah macet berkilo-kilo meter tentunya akan banyak sekali orang yang akan sangat resah dibuatnya. Jika kendaraan yang tadi kami tumpangi mengalami musibah selain mogok dan berhenti beberapa kali tanpa alasan yang kami pahami, sekarang saya tak bisa menuliskan betapa membekasnya perjalanan yang saya lewati selama menuju Sintang dari Pontianak dan sebaliknya. Rasanya dari banyak perjalanan yang pernah saya jalani, inilah satu-satunya perjalanan yang membuat saya menulis sepanjang lebar yang sekarang ini saya lakukan.

Saya yang hanya lewat satu kali untuk ke Sintang dan satu kali lagi untuk ke Pontianak saja sudah sedemikian panjang keluhannya. Dapatkah kita membayangkan supir bus yang hampir setiap hari melewati jalan yang sama. Jalan yang sama tetapi kerusakannya semakin lama semakin berbeda. Semakin parah. Ditambah parah lagi oleh cuaca yang hujan salah, kemarau juga salah.


Yuk kita dukung Gerakan Rp1.000 untuk jalan Sanggau dan membuat perubahan baru bagi kita dan sekitar kita.

@honeylizious

Followers