Langsung ke konten utama

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (5) Hujan Penuh Lumpur, Kering Penuh Debu


Jika mengendarai kendaraan roda dua akan terasa sekali bagaimana tidak nyamannya mengendarai sepeda motor di jalan wilayah timur saat panas. Saat jalanan kering. Tapi bukan berarti pula saya lebih memilih hujan dan jalanan yang menjadi basah. Sebab jalanan yang basah lain lagi ceritanya. Jalanan akan menjadi penuh lumpur. Kalau sudah penuh lumpur kuning dapat dipastikan jalanan akan menjadi lebih licin. Ban kendaraan akan gampang sekali terpeleset. Beberapa kali saat mengendarai kendaraan roda dua kami hampir saja jatuh dari sepeda motor karena ada jalanan yang basah dan berlumpur.

Jalan negara di wilayah timur Kalimantan Barat memang menjadi masalah yang rumit jika tak segera ditanggulangi. Masyarakat yang akan menjadi korbannya. Sampai kapan pemerintah akan membiarkan jalanan ini menganga seperti yang sekarang ini. Penuh lumpur saat hujan tiba. Menjadi penuh debu saat hari panas dan menyengat. Rasanya kalau menunggu pemerintah yang melakukan perubahan akan lama sekali kita baru bisa menikmati jalanan yang tak penuh bahaya.

Makanya dengan adanya Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau ini setidaknya bisa menjadi sebuah solusi yang bisa diambil masyarakat untuk membuat perubahan bagi kehidupan mereka sendiri. Menunggu dan berpangku tangan sajakah yang akan kita lakukan saat korban berjatuhan satu demi satu karena jalan raya wilayah timur Kalimantan Barat ini? Selama berada di dalam bus tadi pagi yang ada di dalam kepala saya hanyalah, jangan sampai bus terbalik dan kami tak dapat pulang. Sebab itu juga akan menjadi masalah buat kendaraan yang akan melewati jalan yang kami tumbangi.

Kalau sudah macet berkilo-kilo meter tentunya akan banyak sekali orang yang akan sangat resah dibuatnya. Jika kendaraan yang tadi kami tumpangi mengalami musibah selain mogok dan berhenti beberapa kali tanpa alasan yang kami pahami, sekarang saya tak bisa menuliskan betapa membekasnya perjalanan yang saya lewati selama menuju Sintang dari Pontianak dan sebaliknya. Rasanya dari banyak perjalanan yang pernah saya jalani, inilah satu-satunya perjalanan yang membuat saya menulis sepanjang lebar yang sekarang ini saya lakukan.

Saya yang hanya lewat satu kali untuk ke Sintang dan satu kali lagi untuk ke Pontianak saja sudah sedemikian panjang keluhannya. Dapatkah kita membayangkan supir bus yang hampir setiap hari melewati jalan yang sama. Jalan yang sama tetapi kerusakannya semakin lama semakin berbeda. Semakin parah. Ditambah parah lagi oleh cuaca yang hujan salah, kemarau juga salah.


Yuk kita dukung Gerakan Rp1.000 untuk jalan Sanggau dan membuat perubahan baru bagi kita dan sekitar kita.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan