Langsung ke konten utama

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (3) Korban di Timur Kalimantan Barat
















Tak adil rasanya kalau hanya mengeluhkan jalanan dan memperlihatkan foto jalanan yang berlubang. Buat yang tak pernah mendatangi tempat ini secara langsung barangkali ada rasa tak percaya bahwa di wilayah timur Kalimantan Barat yang kaya dengan sumber daya alamnya yang beragam, kebun kelapa sawit dan karet yang memenuhi tanahnya, masih sangat mundur perkembangan jalannya.


Entah apa yang dilakukan oleh pejabat pemerintah yang seharusnya bisa melakukan sesuatu untuk mengubah jalanan wilayah timur Kalimantan Barat menjadi lebih baik lagi. Jalanan ini sudah lama rusaknya. Sebelum saya datang ke Sintang rusaknya memang sudah parah. Masyarakat yang ingin keluar kota misalnya ke Pontianak tentu lebih memilih naik pesawat dibandingkan jalan darat. Itu kalau punya uang lebih. Sebab harga tiket pesawat dari Putussibau atau Sintang ke Pontianak jauh lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat Pontianak – Jakarta. Jangan tanya mengapa.

Sekarang di postingan ini saya akan menunjukkan banyaknya korban yang sudah dirugikan oleh kerusakan jalan wilayah timur Kalimantan Barat. Kebanyakan memang truk bermuatan yang terbalik. Saya sendiri jadi mikir, yang mengendarai truk kan supir, yang punya barang orang lain. Kalau barangnya rusak atau tak bisa digunakan lagi karena truknya amblas atau tumbang, siapa yang akan menggantinya? Negara? Sebab yang menjadi asal muasal musibah tersebut adalah JALAN NEGARA yang hancur lebur dan kalau sudah turun hujan bukan lagi hancur lebur melainkan hancur lebur menjadi bubur.


Inilah yang menyebabkan harga barang di wilayah timur Kalimantan Barat harganya bisa berkali-kali lipat dibandingkan di Kota Pontianak. Itu sebabnya banyak masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat yang lebih memilih berbelanja di negara tetangga. Selain lebih dekat harganya juga jauh lebih murah dibandingkan produk dalam negeri. Kadang barang dalam negeri juga sering kehabisan sebab sulit untuk didatangkan dari Pontianak. Jadi kita tak bisa pula menyalahkan masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat yang banyak menggunakan produk Malaysia.



Korban-korban dalam foto ini baru sebagian sebab tak setiap musibah bisa diabadikan oleh orang di sekitarnya. Sampai kapan supir-supir ini harus menderita saat mengantar barang ke wilayah timur Kalimantan Barat.


PS: sumber foto dari grup Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan