12 November 2013

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (3) Korban di Timur Kalimantan Barat
















Tak adil rasanya kalau hanya mengeluhkan jalanan dan memperlihatkan foto jalanan yang berlubang. Buat yang tak pernah mendatangi tempat ini secara langsung barangkali ada rasa tak percaya bahwa di wilayah timur Kalimantan Barat yang kaya dengan sumber daya alamnya yang beragam, kebun kelapa sawit dan karet yang memenuhi tanahnya, masih sangat mundur perkembangan jalannya.


Entah apa yang dilakukan oleh pejabat pemerintah yang seharusnya bisa melakukan sesuatu untuk mengubah jalanan wilayah timur Kalimantan Barat menjadi lebih baik lagi. Jalanan ini sudah lama rusaknya. Sebelum saya datang ke Sintang rusaknya memang sudah parah. Masyarakat yang ingin keluar kota misalnya ke Pontianak tentu lebih memilih naik pesawat dibandingkan jalan darat. Itu kalau punya uang lebih. Sebab harga tiket pesawat dari Putussibau atau Sintang ke Pontianak jauh lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat Pontianak – Jakarta. Jangan tanya mengapa.

Sekarang di postingan ini saya akan menunjukkan banyaknya korban yang sudah dirugikan oleh kerusakan jalan wilayah timur Kalimantan Barat. Kebanyakan memang truk bermuatan yang terbalik. Saya sendiri jadi mikir, yang mengendarai truk kan supir, yang punya barang orang lain. Kalau barangnya rusak atau tak bisa digunakan lagi karena truknya amblas atau tumbang, siapa yang akan menggantinya? Negara? Sebab yang menjadi asal muasal musibah tersebut adalah JALAN NEGARA yang hancur lebur dan kalau sudah turun hujan bukan lagi hancur lebur melainkan hancur lebur menjadi bubur.


Inilah yang menyebabkan harga barang di wilayah timur Kalimantan Barat harganya bisa berkali-kali lipat dibandingkan di Kota Pontianak. Itu sebabnya banyak masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat yang lebih memilih berbelanja di negara tetangga. Selain lebih dekat harganya juga jauh lebih murah dibandingkan produk dalam negeri. Kadang barang dalam negeri juga sering kehabisan sebab sulit untuk didatangkan dari Pontianak. Jadi kita tak bisa pula menyalahkan masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat yang banyak menggunakan produk Malaysia.



Korban-korban dalam foto ini baru sebagian sebab tak setiap musibah bisa diabadikan oleh orang di sekitarnya. Sampai kapan supir-supir ini harus menderita saat mengantar barang ke wilayah timur Kalimantan Barat.


PS: sumber foto dari grup Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau

@honeylizious

Followers