Langsung ke konten utama

Wilayah Timur Kalimantan Barat Trip (1) Gerakan Rp1.000 Untuk Jalan Kabupaten Sanggau







Seperti yang sudah teman-teman ketahui bahwa setelah acara pernikahan kemarin kami memang datang ke Sintang untuk liburan. Jarak dari Pontianak ke Sintang sebenarnya sekitar 400km saja. Tak begitu jauh sebenarnya. Sebab dari Pontianak ke Sambas hanya 200km. Jadi normalnya waktu yang dibutuhkan untuk ke Sintang adalah dua kali waktu yang dibutuhkan untuk ke Sambas atau bisa jadi juga dari Pontianak – Sambas- Pontianak lagi sudah sama waktunya dengan dari Pontianak ke Sintang.

Kalau dari Pontianak ke Sambas biasanya hanya butuh 4 jam. Jadi seharusnya ke Sintang butuh waktu 8 jam. Bahkan 8 jam itu sudah termasuk istirahat makan dan tidur sejenak untuk supir. Tetapi pada faktanya kami membutuhkan paling tidak 12 jam untuk tiba di Sintang. Bahkan pulang dari Sintang menuju Pontianak kami menghabiskan hampir 15 jam. Dengan jarak yang sama. Jalan yang sama.


Semuanya disebabkan oleh jalanan yang harus kami lewati dari Pontianak menuju Sintang dan sebaliknya rusak parah. Serusak apa? Aduh sudah berapa postingan yang saya tulis hanya untuk menjelaskan betapa parahnya kerusakan di jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat ini. Bahkan akan menuju beberapa postingan lanjutan untuk menunjukkan kerusakan yang terjadi.

Di postingan yang ini saya hanya ingin mengajak teman-teman mendukung Gerakan Rp1.000 untuk jalan Kabupaten Sanggau. Sebab apabila jalanan tersebut terus dibiarkan rusak yang dirugikan tentu saja masyarakat banyak. Sebab yang menjadi korban adalah masyarakat yang melewati jalanan tersebut.

Selama ini kita pastinya sudah terbiasa memberikan Rp1.000 untuk pengamen atau tukang parkir. Jumlah yang sangat kecil bukan? Kalau dipikir-pikir Rp1.000 di jaman seperti ini bisanya dapat apa sih? Paling kalau permen dapat 5-8 biji saja. Es teh saja sudah tak dapat dibeli dengan uang Rp1.000 kecuali es teh yang ada di kantin sekolah dan menggunakan pemanis buatan. Sebab sekarang saja harga gula sudah mencapai harga Rp14.000. Dapat dipastikan harga es teh juga naik. Harga Rp14.000 ini untuk gula ilegal. Kalau gula yang legal sudah mencapai Rp18.000 untuk satu kilo gramnya.

Kalau Rp1.000 yang kita sumbangkan beramai-ramai dapat mengubah jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat lebih baik dan lebih mulus lagi tentunya kita sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya. Untuk penggunanya akan lebih selamat berada di jalan raya, buat yang mengirim barang ke daerah timur Kalimantan Barat seperti Kapuas Hulu, Sekadau, Sintang, Melawi, Sanggau, dan sekitarnya lebih mudah la


Jika satu orang menyumbang Rp1.000 saja, akan bisa mencapai 1Milyar jika yang menyumbang genap 1 juta orang. Itu kalau kita benar-benar memberikan uang Rp1.000. Tapi kalau kita menyumbang lebih banyak lagi tentu lebih banyak yang yang bisa dikumpulkan untuk mmeperbaiki jalanan di wilayah timur Kalimantan Barat. Kalau dipikir-pikir ke mana pemerintah yang seharusnya menangani jalanan ini, saya sudah tak punya jawaban apa-apa. Karena jalanan ini tentu rusak bukan dalam waktu sehari dua hari. Pasti sudah berlangsung lama makanya kerusakannya semakin parah.


Kita yang sekarang punya kesempatan untuk mengubahnya bersama-sama masyarakat yang peduli dengan jalan di wilayahnya. Lupakan saja pemerintah yang tutup mata dengan persoalan ini. Dukung yuk Gerakan Rp1.000 untuk jalan Kabupaten Sanggau. Gabung di grupnya di facebook dengan mengklik tautan ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan