18 November 2013

Tahu Singkawang


Sebenarnya ini sebutan untuk sebuah jenis tahu yang halus sekali teksturnya. Berbeda dengan tahu yang biasanya dijadikan tahu isi. Walaupun demikian, tahu dengan tekstur tersebut tidak hanya ada di Singkawang. Di Jawai Selatan dekat rumah orang tua saya juga ada. Di sebuah warung kopi yang di belakangnya adalah tempat potong rambut ada sebuah kuali alias wajan yang ukurannya tak begitu besar tapi juga tak begitu kecil. Isi minyak gorengnya sekitar satu liter.

Di bagian belakang sekali ruko tersebut ada pabrik tahu kecil milik mereka. Ayahnya pembuat tahu sejak puluhan tahun yang lalu. Entah sudah berapa banyak tahu yang mereka buat di rumah tersebut untuk dipasarkan di Matang Suri dan sekitarnya.

Tak banyak orang yang membuat tahu di Jawai kala itu. Jadi bisa makan tahu di Matang Suri, sudah digoreng dan dipotong-potong, lalu dimasukkan ke kantong putih transparan lalu diberi air cabai dan kecap manis juga asin. Rasanya enak sekali waktu itu. Saya selalu ingat bagaimana enaknya tahu yang dijual di sana. Tahunya yang ukurannya memang tak begitu besar tapi isinya tidak kosong seperti tahu sumedang.

Saat ke pasar juga tahu yang saya cari adalah tahu yang ini. Tahu Singkawang kalau di Pontianak disebutnya. Terakhir harganya Rp800/biji. Memang kenaikannya jauh sekali dibanding waktu saya kecil dulu. Hahahah...

Harga tahu goreng di warung dekat rumah orang tua saya dulunya sih yang sudah siap makan hanya Rp100. Tapi waktu itu harga beras memang masih sangat murah, sekitar Rp800-Rp900/kilogramnya. Murah sekali bukan? Tapi Rp100 dulunya itu adalah jatah saya makan di kantin sekolah. Sudah lama sekali tidak makan tahu goreng di warung itu. Sebab memang sekarang bisa menemukan tahu yang serupa di mana pun yang saya mau. Hanya air cabainya yang tidak akan saya temukan di tempat yang lain. Air cabai yang khas dan wanginya masih bisa saya rasakan hingga sekarang. Begitu juga pedasnya.


Kamu suka juga tahu Singkawang?

@honeylizious

Followers