Langsung ke konten utama

Selamat Hari Rujak Sedunia


Honeylizious.com – Hari ini senang sekali rasanya, setelah minggu lalu hanya pesta nanas di rumah Ibunya Indriani (Kak Uteh) ternyata minggu ini kami pesta rujak. Selamat hari rujak sedunia deh. Menyenangkan sekali rasanya bisa makan rujak lebih banyak dibandingkan biasanya kalau membeli sama mamang rujak yang lewat depan rumah. Belum lagi berbagi bersama suami yang juga memang suka dengan rujak.

Ada nanas, banyak sebenarnya, kalau tak salah menghitung ada 6 buah nanas, sedangkan buah yang lain saya tak menghitungnya. Kacang tanah yang sudah digoreng juga banyak sekali. Mungkin sekilo atau dua kilo kacang yang digoreng untuk dihaluskan dan membuat rujak tersebut. Bagian menghaluskan kacang tanahnya, ibu saya. Suami saya dan keponakan (Yuni) juga ikut membantu menghaluskan menggunakan blender. Ibu saya menggunakan cara manual.

Belum selesai saus kacangnya dibuat beberapa tangan sudah mencomot buah dan mulai mencocolkannya ke saus kacang yang masih butuh tambahan cabai dan garam. Tapi itulah sulitnya menertibkan tangan orang yang sudah terbit air liurnya melihat buah-buah yang sudah terpotong rapi di dalam tempat ceper yang besar. Apalagi saya memang suka sekali dengan buah nanas. Jadilah peserta yang ikutan menghabiskan rujak tersebut.

Tak butuh lama sampai akhirnya rujak tersebut benar-benar habis. Ada yang kepedasan. Ada yang merasa pedasnya sedang. Ada pula yang menganggapnya kurang pedas. Mungkin yang kepedasan itu tergigit biji cabai yang belum halus. Saya sendiri merasa pedasnya sedang. Tidak pedas memang. Tapi lebih enak seperti itu dibandingkan terlalu pedas. Sebab terlalu pedas bisa membuat kesulitan menghabiskan rujak tersebut.


Selamat makan rujak. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan