17 November 2013

Pontianak Banjir


Dari tadi siang sampai sekitar pukul 8 malam, Pontianak diguyur hujan yang deras sekali. Beberapa kali sempat berhenti tetapi dalam hitungan menit hujan langsung turun lagi. Padahal tadi pagi sampai siang cuaca hanya mendung. Tak ada tanda-tanda akan turun hujan dengan derasnya. Pas pulang sepanjang perjalanan harus dilalui dengan sedikit lambat sebab jalanan yang biasanya kering sekarang banjir.

Nah sekarang masyarakat baru akan menghadapi masalah kalau rumahnya ikut terendam banjir. Walaupun di Pontianak banjirnya memang tak pernah lama, biasanya 1-2 jam banjirnya akan surut. Beda cerita kalau hujannya turun setiap hari dan banjirnya nambah lagi pada saat banjir pertama belum surut. Kalau sudah seperti ini siapa yang harus kita salahkan? Kita sendiri sih yang masih banyak membuang sampah sembarangan. Bahkan membuang sampah di selokan dan suangi. Padahal kalau aliran air yang menuju Sungai Kapuas tidak lancar, Kota Pontianak akan terancam banjir.

Memangnya mau terkena banjir? Memang masalah sampah bukan hanya masalah yang dihadapi oleh Pontianak. Banyak lokasi lain di Indonesia yang mengalami masalah yang sama. Namun sayangnya hingga hari ini tak banyak masyarakat yang menyadari potensi banjir yang mengintai Pontianak. Kalau sudah banjir kesulitan untuk beraktivitas. Bisa-bisa Kota Pontianak lumpuh.

Siapa yang ingin kota tempat tinggalnya menjadi kota yang lumpuh? Tak ada yang menginginkan hal yang buruk terjadi pada dirinya sendiri namun terkadang kita sendiri kesulitan untuk mengatur sifat lalai kita yang sering muncul dan membuang sampah di mana saja yang kita mau. Sungai memang tempat yang sangat mudah untuk dipilih sebagai tempat pembuangan. Saya juga ingat sekali waktu kecil sering diminta membuang sampah rumah tangga ke sungai yang tak jauh dari rumah.

Waktu itu saya pikir memang tidak apa-apa membuang sampah ke sungai. Apalagi di kampung saya tak ada tukang sampah atau tempat khusus untuk membuang sampah. Sehingga masyarakat membuang sampah ke sungai dengan mudahnya. Padahal akibat jangka panjangnya akan menimbulkan bahaya yang sangat besar. Paling utama lagi sungai yang dulunya jernih menjadi butek dan tak keruan lagi warnanya.


Sungai Kapuas, sungai kebanggaan masyarakat Pontianak mana mungkin lagi kita minum airnya. Airnya sangat keruh. Bahkan PDAM menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi air ledeng. Sebab air tersebut tidak layak untuk diminum. Padahal ada lagu Sungai Kapuas yang menyatakan orang dulunya meminum air sungai tersebut. Sekarang isinya hanya limbah. Lama-lama sungai pun akan punah kalau terus menerus dipenuhi dengan sampah.

@honeylizious

Followers