22 November 2013

Pesta Ayam Penyet


Tadi di acara ulang tahun Indriani yang ke-13, menu yang disediakan adalah ayam penyet. Saya yang ikut sedikit membantu membuat sambalnya menambah nasi beberapa kali saat makan ayam penyet tersebut. Ayamnya penuh dengan bumbu. Sambalnya juga enak sekali. Tak ada bau terasinya. Padahal banyak sekali menggunakan terasi. Ini yang paling menyenangkan kalau ada acara di rumah mertua. Ibu mertua dan anak-anaknya pintar sekali memasak.

Saat makan nasi piring pertama, sadar tak sadar sudah nambah piring berikutnya. Sambalnya juga tak terlalu pedas. Ayamnya empuk dan besar-besar. Berbeda dengan ayam penyet yang ada di pasaran yang ukurannya agak kecil. Kalaupun bisa mendapatkan ayam dengan ukuran di atas rata-rata, tentu saja harganya akan berbeda. Saya pikir seharusnya ibu mertua membuka usaha rumah makan bersama anak-anaknya. Mereka semua sangat cocok di bidang itu.

Ayam penyet yang selama ini saya makan memang yang paling saya acungi jempol adalah ayam penyet Bu Nina di Jalan Ahmad Yani Pontianak, tapi ternyata masih enak ayam penyet yang ini. Walaupun sambalnya kurang harum seperti ayam penyet Bu Nina yang menggunakan jeruk nipis di dalam sambalnya. Sehingga bau harum jeruk nipisnya membangkitkan selera makan.

Sewaktu nasi dan ayam dibagikan ke teman-teman Indri yang datang untuk merayakan ulang tahunnya, ada yang sempat nambah nasi dan sambal. Wajar saja sih nambah nasi. Ayamnya besar-besar dan sambalnya cocok sekali dengan ayamnya. Sangat lezat dan sebelum pulang sempat makan satu kali lagi ayam penyet ini.


Kapan lagi ya bisa pesta ayam penyet di rumah ibu mertua?

@honeylizious

Followers