5 November 2013

Pengantin Kelaparan


Bangun pukul 4.30 pagi, tanggal 2 November 2013. Mata masih mengantuk. Tetapi sudah ada jadwal yang menunggu di depan mata. Mau tidak mau segera salat dan langsung mandi. Sebab antrian mandi berikutnya akan jauh lebih panjang dibandingkan saat masih dekat dengan waktu subuh.

Sayangnya malah melupakan satu hal yang jauh lebih penting. Sarapan. Padahal saya akan mengikuti prosesi akad nikah dan sebelum itu akan didandani. Butuh waktu paling tidak satu dua jam hanya untuk berdandan dan mengenakan pakaian pengantin. Apalagi pagi itu saya harus mengenakan jamang selama acara akad nikah dan setelah akad nikah itu sendiri. Sebelum berganti pakaian dengan gaun resepsi. Khusus pagi memang mengenakan pakaian adat Melayu kreasi dan perhiasan yang harus dikenakan juga tak nanggung-nanggung. Belum gaunnya yang menyentuh lantai dan menbuat saya tak bisa ke kamar kecil hanya untuk buang air kecil.

Saat acara jamuan pagi saya sangat kelaparan dan memang perias pengantin mengatakan kami harus segera makan sebelum didandani untuk acara selanjutnya. Saya yang tak bisa bergerak dari ruang tamu mau tidak mau berharap pada orang lain membawakan makan siang yang terlalu awal dan sarapan yang sudah sangat terlambat. Saya pikir saya memang harus makan kalau tidak ingin masuk angin dan tumbang di acara berikutnya.


Jadinya saat saya makan terlihat sekali saya lahap dan lapar. Ah pengantin juga manusia.

@honeylizious

Followers