Langsung ke konten utama

Pembunuhan di Pemangkat, Kalimantan Barat (4)


Sekarang saya akan berbagi mengenai kronologi pembunuhan sebuah keluarga di Pemangkat, Kalimantan Barat yang menewaskan 5 orang. Kejadiannya di Jalan Badak Putih Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hari Sabtu tanggal 16 November 2013. Masih pagi. Masih sangat pagi sebenarnya. Tak ada satu orang pun yang akan mengira bahwa pagi itu adalah pagi terakhir buat 5 orang itu. Lima orang yang tewas dibacok oleh tiga orang pelaku pembunuhan dan perampokan.

Pukul 04.00. Masih dingin. Matahari belum menampakan wajahnya sama sekali. Bahkan azan subuh belum berkumandang. Tetapi sang kepala keluarga sudah memulai harinya. Pergi ke pasar bersama anaknya. Tak ada prasangka buruk mengenai pagi tersebut. Lalu pukul 04.20 diperkirakan terjadi pembunuhan tersebut. Tak butuh waktu lama bagi pelaku untuk menghabisi lima orang korban. Kemudian menjarah seisi rumah. Uang dan perhiasan mereka ambil.

Darah sudah berceceran di mana-mana. Sekitar pukul 04.45 kepala keluarga tersebut pulang dari pasar bersama anaknya. Mereka mengetuk pintu, memanggil penghuni rumah yang ada di dalam. Tak ada jawaban sama sekali. Afo, sang kepala keluarga yang sudah berusia lebih dari setengah abad menghubungi istrinya lewat telpon namun tetap saja tak ada yang membuka pintu. Hingga akhirnya Afo yang sudah memiliki cucu ini menghubungi cucunya Claudia. Cucunya yang mengangkat telpon mengatakan bahwa dia melihat banyak sekali darah di dekat adiknya yang telah tewas.

Resah dan kaget. Laki-laki tua itu akhirnya memutuskan untuk mengetuk rumah tetangga. Meminta tolong untuk melihat kondisi keluarganya bersama-sama. Saat itulah mereka akhirnya bergerak ke bagian belakang rumah. Menemukan pintu belakang sudah dalam kondisi terbuka. Bercak darah di mana-mana. Tak butuh waktu lama. Pukul 05.00 warga heboh dan segera melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Pemangkat.

Jarak Jalan Badak Putih ke Polsek Pemangkat memang tak begitu jauh. Sebab SMA 1 Negeri Pemangkat juga berdekatan dengan Polsek ini. Hanya butuh 5 menit mungkin untuk sampai di Polsek tersebut dengan kendaraan bermotor. Pukul 05.15 – 07.30 pihak kepolisian pun melakukan identifikasi kasus kelima korban tewas tersebut.


Pelakunya ada tiga orang. Dua orang pelaku diamankan di rumahnya yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban pukul 07.00. Berselang 4 jam, pukul 13.00 pelaku ketiga diamankan. Semua pelaku kemudian diperiksa di Mapolres Sambas, Kalimantan Barat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan