17 November 2013

Pembunuhan di Pemangkat, Kalimantan Barat (2)

Baca cerita sebelumnya di sini.
Penghuni rumah tersebut jumlahnya 8 orang. Tapi pada hari naas tersebut penghuninya bertambah 1 orang karena ada sanak keluarganya yang masih berstatus mahasiswa ingin liburan di rumah mereka. Mahasiswa ini juga menjadi korban pembunuhan. Bagian menariknya sih sebenarnya korban satu-satunya yang selamat dari amukan pelaku yang membabi-buta membunuh 5 orang yang ada di rumah tersebut.

Anak usia 3 tahun yang selamat itu bersembunyi saat kejadian. Tapi saya sendiri tak tahu bersembunyi di mana. Awal mulanya sekitar pukul 5, ini berdasarkan cerita sepupu saya, karena saya sendiri tak kuat membaca beritanya di koran dan melihat foto korban yang bermandikan darah. Seharusnya orang koran paham betul bahwa masyarakat ingin tahu informasi tapi tak sevulgar itu, bukan semua orang pecinta film slacer. Apalagi ini bukan film. Melainkan kisah nyata.

Pukul 5 pagi tiga orang penghuni pergi ke pasar. Tersisa 6 orang yang ada di rumah termasuk mahasiswa yang baru datang untuk liburan di rumah tersebut dan anak kecil yang berusia 3 tahun. Kejadiannya dua hari yang lalu kalau tidak keliru adik sepupu saya mengingatnya. Entah bagaimana ceritanya anak kecil berusia 3 tahun tersebut bisa bersembunyi dan selamat dari amukan pelaku yang sudah seperti kemasukan setan lalu menghabisi 5 nyawa pagi itu.

Setelah itulah mereka baru merampok seisi rumah. Tapi hanya Tuhan, pelaku, dan korbanlah yang benar-benar tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Saat mendengar cerita ini saya merasa ini serupa dengan film. Seakan-akan tidak nyata. Tapi benar adanya. Jadinya cukup menyeramkan ya?


Pesan moralnya sih jangan menghina orang yang memiliki kekurangan seperti tuna wicara, tuna rungu, dan tuna yang lainnya. Eh bukan hanya yang memiliki kekurangan seperti itu sih. Tapi semua manusia di dunia ini. Sebab mereka juga manusia sama seperti kita yang ingin dihargai. Kalau mereka kalap ya bisa fatal akibatnya.

@honeylizious

Followers