6 November 2013

Pembalap Liar


Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak remaja Pontianak yang masih berusia sangat belia, mulai dari SMP hingga SMA yang suka balapan liar. Jangan-jangan ada pula yang masih duduk di sekolah dasar. Saat pulang tengah malam dulunya saya sering berpapasan dengan anak-anak yang membalap di jalanan umum yang memang mulai sepi. Tapi bukan berarti pula jalanan tersebut tak ada orangnya dan bisa digunakan untuk balapan.

Ulah anak -anak yang balapan liar ini memang sangat mengganggu. Apalagi kalau mereka mulai balapan saat jalanan masih cukup ramai. Selain berbahaya untuk dirinya sendiri tentunya juga membahayakan orang lain. Memang ada baiknya dilakukan penertiban yang lebih ketat lagi. Seperti pemberian hukuman yang bisa membuat mereka jera.

Tentunya hukuman yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan merendam mereka di dalam parit. Bisa saja kan remaja ini dibina untuk menjadi tukang sapu jalanan selama sebulan penuh atau diminta menanam pohon di sepanjang jalanan Kota Pontianak yang pohonnya tak lagi rindang? Atau menyambangi Sungai Kapuas untuk mengumpulkan sampah-sampah yang dibuang warga ke sana.


Selain bisa memberikan efek, mudah-mudahan efek jera, hukuman tersebut juga memberikan manfaat untuk Kota Pontianak sendiri. Semoga saja ada pemerintah yang membaca tulisan ini dan terketuk hatinya untuk menerapkan hukuman yang baru. Begitu juga untuk pengendara yang masih sibuk dengan ponselnya selama berkendara. Pemberian tilang hanya memberi efek jera sedikit saja. Hukum saja untuk melakukan aksi sosial di masyarakat. Jauh lebih bermanfaat bukan?

@honeylizious

Followers