Langsung ke konten utama

Pelanggar Lampu Merah Lempar Tai Saja!


Sebel sebenarnya dengan orang yang suka menabrak lampu merah. Biasanya terjadi kalau lampu rambu-rambu lalu lintas sudah berubah menjadi kuning, kemudian pengendara yang masih jauh memecut kendaraannya supaya bisa lewat jalan tersebut. Sayangnya belum sempat menyeberangi jalan simpang, lampu sudah berubah warna menjadi merah. Pengendara seperti inilah yang akhirnya melanggar lampu merah.

Lebih menyebalkan lagi selain melanggar lampu merah mereka juga kehilangan kepedulian dengan pengendara lain yang sudah gilirannya untuk menyeberang atau berbelok karena lampu rambu-rambu yang lain sudah berubah menjadi hijau. Padahal kalau terjebak lampu merah pun hanya satu dua menit waktu yang kita luangkan untuk menunggu lampu berubah menjadi hijau. Mengapa banyak orang yang merasa sayang sekali kehilangan satu dua menit dalam hidupnya kemudian membahayakan nyawanya dengan menabrak lampu merah? Bukan hanya membahayakan dirinya sebenarnya. Tapi juga membahayakan nyawa orang lain.

Sering saya membayangkan nih ya, seandainya di setiap persimpangan yang ada lampu merahnya ada alat untuk menghukum orang yang melanggar lampu merah. Berupa pelempar tai. Terserahlah mau tai dari hewan atau manusia. Jadi setiap orang yang melanggar lampu merah akan langsung dilempari oleh pelempar tai tersebut. Barangkali dengan cara seperti itu akan ada efek jeranya buat orang yang melanggar lampu rambu-rambu lalu lintas. Itu hanya bayangan saya. Kemungkinan untuk diadakan tentunya kecil.

Membangun kesadaran masyarakat memang tidak mudah tetapi membangun kesadaran diri kita sendiri untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, bukan hanya lampu lalu lintas tapi semua rambu-rambu yang ada di pinggir jalan. Sebab semua rambu-rambu yang dibuat memang ada fungsinya.


Hari gini masih melanggar rambu-rambu lalu lintas?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma