18 November 2013

Pelanggar Lampu Merah Lempar Tai Saja!


Sebel sebenarnya dengan orang yang suka menabrak lampu merah. Biasanya terjadi kalau lampu rambu-rambu lalu lintas sudah berubah menjadi kuning, kemudian pengendara yang masih jauh memecut kendaraannya supaya bisa lewat jalan tersebut. Sayangnya belum sempat menyeberangi jalan simpang, lampu sudah berubah warna menjadi merah. Pengendara seperti inilah yang akhirnya melanggar lampu merah.

Lebih menyebalkan lagi selain melanggar lampu merah mereka juga kehilangan kepedulian dengan pengendara lain yang sudah gilirannya untuk menyeberang atau berbelok karena lampu rambu-rambu yang lain sudah berubah menjadi hijau. Padahal kalau terjebak lampu merah pun hanya satu dua menit waktu yang kita luangkan untuk menunggu lampu berubah menjadi hijau. Mengapa banyak orang yang merasa sayang sekali kehilangan satu dua menit dalam hidupnya kemudian membahayakan nyawanya dengan menabrak lampu merah? Bukan hanya membahayakan dirinya sebenarnya. Tapi juga membahayakan nyawa orang lain.

Sering saya membayangkan nih ya, seandainya di setiap persimpangan yang ada lampu merahnya ada alat untuk menghukum orang yang melanggar lampu merah. Berupa pelempar tai. Terserahlah mau tai dari hewan atau manusia. Jadi setiap orang yang melanggar lampu merah akan langsung dilempari oleh pelempar tai tersebut. Barangkali dengan cara seperti itu akan ada efek jeranya buat orang yang melanggar lampu rambu-rambu lalu lintas. Itu hanya bayangan saya. Kemungkinan untuk diadakan tentunya kecil.

Membangun kesadaran masyarakat memang tidak mudah tetapi membangun kesadaran diri kita sendiri untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, bukan hanya lampu lalu lintas tapi semua rambu-rambu yang ada di pinggir jalan. Sebab semua rambu-rambu yang dibuat memang ada fungsinya.


Hari gini masih melanggar rambu-rambu lalu lintas?

@honeylizious

Followers