5 November 2013

Nikah Itu Ibadah


Barangkali akan ada orang yang berpikir: 'apakah tak akan menyesal menikah dengan orang yang barukita kenal?'. Atau akan ada yang berpendapat bahwa butuh lama untuk mengenali sifat seseorang. Setiap orang punya pendapat masing-masing mengenai hal tersebut. Pun demikian diri kita. Mau apa pun pendapat kita tak akan ada yang bisa meminta kita untuk mengubah pendapat tersebut dan memaksa kita untuk mempercayai pendapatnya.

Setiap orang punya caranya sendiri pula untuk menjalani kehidupannya yang cuma ada satu. Setelah itu kematian telah menantinya beserta kehidupan abadi yang akan diberikan untuk selamanya. Saat pertama kali memutuskan untuk menikah, saya hanya punya satu hal yang ingin saya lakukan. Yaitu beribadah.

Jika bicara soal ibadah, perempuan butuh mukena dan sajadah. Itu saat beribadah salat bentuknya. Apakah kita harus mengenakan mukena favorit kita dan sajadah paling indah untuk melakukannya? Atau kita mengenakan mukena yang mana saja yang ada di kamar, sajadah yang tidak sedang digunakan orang lain untuk melaksanakan salat tersebut? Kalau memang ingin salat kita tidak tepat waktu, lakukanlah dengan mengenakan mukena favorit kita dan tunggu sajadah paling indah yang kita punya di rumah sedang tidak digunakan siapa pun.

Tetapi kita tahu waktu salat tak akan menunggu kita selamanya. Waktunya hanya sementara dan akan berganti dengan waktu salat yang lain. Begitu pun dengan menikah. Tak perlu mencari orang yang akan membuat kita cinta mati sejak pandangan pertama. Bukankah cinta bisa tumbuh dengan sendirinya saat kita selalu bersama orang tersebut setiap waktu. Sejak dulu, saya selalu mengatakan bahwa saya bisa belajar untuk mencintai seseorang. Siapa pun dia.


Cinta pandangan pertama ternyata tak berlaku di dalam kehidupan saya. Sebab cinta butuh proses. Cinta tersebut akan lebih indah saat dipelajari di dalam pernikahan yang sudah menawarkan kehalalan. Ah sulit menjelaskannya mengenai jalan kehidupan masing-masing. Sebab setiap orang berbeda dan setiap orang punya caranya. Dan ini cara saya dalam memulai pernikahan. Sebab menikah adalah ibadah terbesar bagi saya. Tak peduli dengan siapa, selama dia juga siap untuk menikah dan melaksanakan ibadahnya, menggenapkan setengah dari agamanya. Itu saja.

@honeylizious

Followers