24 November 2013

Mereka yang Kusebut Keluarga (4)



Honeylizious.com – Baru saja menyelesaikan sekitar 50 biji bakwan, keponakan-keponakan yang sebenarnya ukuran badannya sudah seperti saya, bahkan ada yang melebihi di bagian sampingnya, mengajak saya untuk ikut bersama mereka. Mampir ke rumah Nek Yus. Keponakan Datok dan Nenek yang ada di Sintang. Masih muda sebenarnya. Nek Yus sendiri bukan pangkatnya ke saya. Melainkan buat keponakan-keponakan yang saya dapatkan setelah menikah. Bahkan Tante Yus (saya seharusnya memanggilnya Tante) masih sangat muda. Saya rasa lebih muda dari ibu saya sendiri.

Ibunya Tante Yus juga masih sehat. Masih bisa beraktivitas meskipun agak tersiksa oleh rematiknya. Jadi kami berenam dengan dua buah sepeda motor berangkat ke sana. Jaraknya memang hanya beberapa kilometer dari rumah Indriani yang baru. Jadi satu sepeda motor untuk tiga orang. Untungnya di tiap motor ada satu anak kecil. Tidak begitu sempit. Tapi buruknya adalah kami pergi tanpa mengenakan helm. Alasannya karena tak ada polisi patroli di kawasan tersebut.

Sebenarnya saya sendiri agak takut sepeda motornya menabrak atau disenggol orang. Sedangkan kami sama sekali tak menggunakan pengaman untuk kepala. Salah-salah kepala bisa pecah. Karena takut saya hanya berani duduk di belakang sebagai penumpang, Yenika yang menggonceng kami berdua (saya dan Adelia).


Sepanjang perjalanan juga mereka cekikikan membuat pengendara yang lain sedikit enggan berdekatan dengan kami. Berbahaya sih walaupun seru. Lebih baik kapan-kapan memang mengenakan helm saat berkendara. Meskipun demikian, mereka tetap yang kusebut keluarga sekarang. :')

@honeylizious

Followers