Langsung ke konten utama

Mereka yang Kusebut Keluarga (4)



Honeylizious.com – Baru saja menyelesaikan sekitar 50 biji bakwan, keponakan-keponakan yang sebenarnya ukuran badannya sudah seperti saya, bahkan ada yang melebihi di bagian sampingnya, mengajak saya untuk ikut bersama mereka. Mampir ke rumah Nek Yus. Keponakan Datok dan Nenek yang ada di Sintang. Masih muda sebenarnya. Nek Yus sendiri bukan pangkatnya ke saya. Melainkan buat keponakan-keponakan yang saya dapatkan setelah menikah. Bahkan Tante Yus (saya seharusnya memanggilnya Tante) masih sangat muda. Saya rasa lebih muda dari ibu saya sendiri.

Ibunya Tante Yus juga masih sehat. Masih bisa beraktivitas meskipun agak tersiksa oleh rematiknya. Jadi kami berenam dengan dua buah sepeda motor berangkat ke sana. Jaraknya memang hanya beberapa kilometer dari rumah Indriani yang baru. Jadi satu sepeda motor untuk tiga orang. Untungnya di tiap motor ada satu anak kecil. Tidak begitu sempit. Tapi buruknya adalah kami pergi tanpa mengenakan helm. Alasannya karena tak ada polisi patroli di kawasan tersebut.

Sebenarnya saya sendiri agak takut sepeda motornya menabrak atau disenggol orang. Sedangkan kami sama sekali tak menggunakan pengaman untuk kepala. Salah-salah kepala bisa pecah. Karena takut saya hanya berani duduk di belakang sebagai penumpang, Yenika yang menggonceng kami berdua (saya dan Adelia).


Sepanjang perjalanan juga mereka cekikikan membuat pengendara yang lain sedikit enggan berdekatan dengan kami. Berbahaya sih walaupun seru. Lebih baik kapan-kapan memang mengenakan helm saat berkendara. Meskipun demikian, mereka tetap yang kusebut keluarga sekarang. :')

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma