24 November 2013

Mereka yang Kusebut Keluarga (2)


Bagian 1.

Honeylizious.com – Baru datang, belum sempat duduk sudah ditawari makan siang. Memang demikian yang menjadi kebiasaan 'ibu kedua' saya. Hal pertama yang selalu dia lakukan adalah menanyakan 'apakah kami sudah makan atau belum?'. Buat sebagian orang hal seperti itu adalah hal yang biasa. Buat saya yang belasan tahun tinggal sebagai anak kos yang lajang tentunya itu adalah momen berharga yang kadang membuat saya ingin menangis.

Bagaimana tidak? Hal yang selama ini hanya menjadi impian saya. Bahwa suatu hari saya akan merasakan situasi saat saya menjadi bagian dari sebuah 'keluarga'.

Sayangnya tawaran makan siang yang terlalu awal tersebut harus kami tolak. Sebab saya dan Putra memang sebelum berangkat sudah makan. Baru dua jam yang lalu kami makan. Masih sedikit kenyang. Tetapi bukan hanya makan siang yang menanti kami. Ternyata keluarga besar sedang menyiapkan rujak untuk dimakan bersama-sama. Ada lupis juga yang menanti untuk dinikmati. Saya yang benar-benar kenyang hanya bisa duduk di antara keponakan dan menanti rujaknya selesai dibuat.

Memang kacangnya masih dihaluskan dan buahnya masih dipotong-potong. Ada yang menyiapkan tempat untuk membagikan rujak. Ada yang sibuk memotong pepaya. Ada yang masih sibuk memotong nanas. Ada pula bengkoang. Belum lagi gula merah dan cabai rawit yang tak lupa dicampurkan dengan kacang yang sudah halus tadi. Paling penting sih bukan makanannya sebenarnya. Kebersamaan kami adalah hal terindah yang selalu menyenangkan untuk dijalani.

Biasanya saya jam segitu sedang berada di kamar sendirian. Buka sosial media. Lalu update status. Bisa jadi juga mengomentari blog teman-teman yang sudah diupdate. Kalau bosan tingkat dewa dan bingung harus ngapain saya biasanya tidur sambil menyalakan kipas angin. Semuanya saya lalui sendirian. Makan siang pun beli di warung. Kalau beruntung bisa makan bersama Bi Ramnah, tukang masak di Radio Volare.


Mereka yang kusebut keluarga. :')

@honeylizious

Followers