Langsung ke konten utama

Mereka yang Kusebut Keluarga (2)


Bagian 1.

Honeylizious.com – Baru datang, belum sempat duduk sudah ditawari makan siang. Memang demikian yang menjadi kebiasaan 'ibu kedua' saya. Hal pertama yang selalu dia lakukan adalah menanyakan 'apakah kami sudah makan atau belum?'. Buat sebagian orang hal seperti itu adalah hal yang biasa. Buat saya yang belasan tahun tinggal sebagai anak kos yang lajang tentunya itu adalah momen berharga yang kadang membuat saya ingin menangis.

Bagaimana tidak? Hal yang selama ini hanya menjadi impian saya. Bahwa suatu hari saya akan merasakan situasi saat saya menjadi bagian dari sebuah 'keluarga'.

Sayangnya tawaran makan siang yang terlalu awal tersebut harus kami tolak. Sebab saya dan Putra memang sebelum berangkat sudah makan. Baru dua jam yang lalu kami makan. Masih sedikit kenyang. Tetapi bukan hanya makan siang yang menanti kami. Ternyata keluarga besar sedang menyiapkan rujak untuk dimakan bersama-sama. Ada lupis juga yang menanti untuk dinikmati. Saya yang benar-benar kenyang hanya bisa duduk di antara keponakan dan menanti rujaknya selesai dibuat.

Memang kacangnya masih dihaluskan dan buahnya masih dipotong-potong. Ada yang menyiapkan tempat untuk membagikan rujak. Ada yang sibuk memotong pepaya. Ada yang masih sibuk memotong nanas. Ada pula bengkoang. Belum lagi gula merah dan cabai rawit yang tak lupa dicampurkan dengan kacang yang sudah halus tadi. Paling penting sih bukan makanannya sebenarnya. Kebersamaan kami adalah hal terindah yang selalu menyenangkan untuk dijalani.

Biasanya saya jam segitu sedang berada di kamar sendirian. Buka sosial media. Lalu update status. Bisa jadi juga mengomentari blog teman-teman yang sudah diupdate. Kalau bosan tingkat dewa dan bingung harus ngapain saya biasanya tidur sambil menyalakan kipas angin. Semuanya saya lalui sendirian. Makan siang pun beli di warung. Kalau beruntung bisa makan bersama Bi Ramnah, tukang masak di Radio Volare.


Mereka yang kusebut keluarga. :')

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…