Langsung ke konten utama

Mereka yang Kusebut Keluarga (1)


Honeylizious.com – Tulisan ini akan menjadi tulisan pertama dari rangkaian tulisan bersambung yang akan saya hadirkan di blog ini. Barangkali ada yang bertanya-tanya kenapa hari ini saya terlambat mengisi postingan di blog. Mohon maaf sebelumnya buat teman-teman yang sudah berkunjung ke blog ini dan tak menemukan tulisan terbaru hari ini.

Hari ini seharusnya memang menjadi hari libur. Tetapi yang namanya berdagang tidak akan pernah ada liburnya. Ada yang membeli produk olahan oleh-oleh Pontianak yang setahun terakhir ini memang aktif saya jual. Teman-teman bisa mampir ke blog Oleh-Oleh Ponti untuk melihat daftar produk yang saya jual beserta harganya. Setelah menyelesaikan paket yang harus dikirimkan ke pelanggan tetap di Pangkalanbun Kalimantan Tengah, saya ternyata tidak bisa langsung pulang sebab ternyata setelah itu kami diminta datang ke rumah kakak ipar (ibunya Indriani, red) yang masih sibuk menyelesaikan pengecatan rumah barunya.

Akhirnya kami (saya dan suami) kumpul-kumpul dengan keluarga besar Putra yang sekarang juga saya sebut keluarga. Ada ibu, lima kakak, lima abang, banyak keponakan, beberapa bibi, bahkan berjarak beberapa kilometer ada bibi dan nenek tambahan. Kalau sudah acara kumpul-kumpul seperti ini biasanya tak lepas dari makan-makan. Itu bagian yang paling menyenangkan selain bisa bareng seru-seruan dengan keluarga. Kumpul seperti siang tadi membuat saya sadar bahwa betapa berharganya saat-saat bisa bareng mereka semua pada akhir pekan. Apalagi semuanya bercerita. Tertawa. Makan-makan.

Hal yang tidak saya temukan di keluarga saya sendiri. Entah mengapa saya merasa terlahir kembali sebagai seorang anak. Bahkan dalam waktu singkat menjadi tante untuk banyak keponakan. Sebenarnya cukup kikuk untuk berada di tengah banyak orang terlalu sering. Tapi mengingat sekarang saya adalah bagian dari mereka, itu membuat dada saya sesak. Penuh dengan kebahagiaan. Saya bisa memanggil banyak orang dengan panggilan yang hanya saya temukan dalam keluarga.


Mereka keluarga besar saya. :')

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan